Dark/Light Mode

AstraZeneca Bersama BPOM Dan IPMG Luncurkan Pilot Project E-Labeling

Jumat, 27 September 2024 09:42 WIB
AstraZeneca. Foto: Istimewa
AstraZeneca. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - AstraZeneca, pemimpin global di bidang biofarmasi bekerja sama dengan BPOM dan IPMG mengumumkan transisi perusahaan menuju e-labeling sebagai proyek percontohan. Tujuannya untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mengurangi penggunaan kertas melalui digitalisasi.

Partisipasi ini menegaskan komitmen AstraZeneca terhadap keberlanjutan di sektor kesehatan dan pelestarian lingkungan, sejalan dengan misi perusahaan untuk meningkatkan kesehatan global sambil meminimalkan dampak ekologi.

Informasi produk dirancang untuk memastikan penggunaan produk farmasi secara efektif dan aman. Pemahaman dan kepatuhan yang buruk terhadap informasi produk sering dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk dan meningkatnya biaya bagi sistem perawatan kesehatan yang sudah terbebani.

E-labeling, label elektronik yang berisi informasi produk bagi tenaga kesehatan dan masyarakat, dapat diakses dengan memindai kode batang 2D atau memeriksa nomor registrasi produk menggunakan aplikasi BPOM. 

Baca juga : Daewoong Group Luncurkan Alat Perawatan Tulang Belakang Inovatif

Inovasi ini membantu meningkatkan pemahaman pasien, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepatuhan dan penggunaan obat yang lebih baik (The International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA), 2023).

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia mengatakan, implementasi e-labeling juga merupakan langkah signifikan menuju masa depan kesehatan yang lebih berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menyederhanakan proses dan meminimalkan dampak lingkungan.

"Kami secara signifikan ingin mengurangi konsumsi kertas dan limbah di seluruh operasi perusahaan dengan beralih dari pelabelan berbasis kertas tradisional ke format digital," katanya.

Informasi yang terdapat dalam label produk sangat penting karena memastikan bahwa pasien memahami perawatan mereka dan membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan.

Baca juga : Samira Regency Bekasi Luncurkan Rumah Contoh Konsep Tropical Minimalis

"Di AstraZeneca, kami memahami peran penting informasi ini dalam perawatan pasien," ujar Ersa.

Dengan beralih ke e-Labeling di bawah panduan BPOM, AstraZeneca turut mengambil langkah penting lainnya menuju ambisi besarnya untuk mencapai Zero Carbon.

AstraZeneca berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia, masyarakat, dan planet.

Langkah ini juga terhubung erat dengan program keberlanjutan utama AstraZeneca, AZ Forest, yang berfokus pada pengelolaan hutan berkelanjutan dan upaya konservasi.

Baca juga : Sore Ini, Persib Dan PSM Makassar Panaskan Mesin Di Piala Presiden

Sebagai bagian dari komitmen ini, AstraZeneca baru-baru ini menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, memperkuat komitmen perusahaan dalam menanam 20 juta pohon untuk merevitalisasi lahan yang terdegradasi di sekitar Sungai Citarum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.