Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disaksikan Menteri Erick Thohir
Bank Mandiri Kucurin Kredit Rp 19,2 T Ke Bukit Asam Untuk PLTU MT Sumsel 8
Senin, 30 September 2024 15:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bukit Asam Tbk melalui anak usahanya PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) mendapatkan fasilitas kredit sebesar 1,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 19,2 triliun dari Bank Mandiri.
Dana tersebut untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Pemberian fasilitas kredit tersebut ditandai dengan penandatanganan Agreement Refinancing Existing Loan HBAP yang dialihkan dari The Export-Import Bank of China (CEXIM) kepada Bank Mandiri yang dilakukan di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin (30/9/2024).

Ikut hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail, serta Vice President China Huadian Overseas Investment, Zhou Qingke.
Dalam sambutannya, Erick menyambut, kolaborasi yang apik antara Bank Mandiri dengan HBAP serta PT Bukit Asam. Hal ini menjadi wujud sinergi antara BUMN dengan perusahaan swasta bahkan asing. Kerja sama ini, menurut Erick, diharapkan dapat mendukung program Pemerintah.
Baca juga : KPK Tegaskan, Menteri BUMN Erick Thohir Tak Terkait Kasus DJKA dan ASDP
“Saya menyambut baik langkah Bank Mandiri bersama Bukit Asam dan kolaborasi serta HBAP, dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG). Pendanaan ini untuk membuka persaingan yang positif serta membangun supply chain (rantai pasok) sektor industri di Indonesia,” ujar Erick.
Erick berharap, kerja sama ini diharapkan dapat turut berkontribusi besar dalam menunjang kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya. Dalam kemitraan strategis ini, Bank Mandiri memberikan pembiayaan kredit investasi sebesar 1,27 miliar dolar AS atau sebesar Rp 19,24 triliun yang dirancang untuk kebutuhan refinancing dan memperkuat operasional HBAP sebagai penyedia listrik terstandarisasi global.
Saat ini, PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 telah beroperasi secara komersial dengan kapasitas produksi 2x660MW serta menjadi bagian dari Program Nasional Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW. PLTU ini juga menjadi salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan teknologi super critical yang efisien dan ramah lingkungan dengan penerapan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk menekan emisi gas buang.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, sebagai bank yang fokus pada bisnis wholesale, Bank Mandiri berkomitmen untuk menjadi mitra keuangan terpercaya bagi seluruh pelaku industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan listrik nasional, sejalan dengan rencana kerja dan pengembangan yang dilakukan oleh PLN.
“Kami berupaya memberikan solusi perbankan terbaik untuk mendukung pertumbuhan HBAP dalam mencapai visi menjadi perusahaan penyedia listrik kelas dunia yang berorientasi pada nilai-nilai keberlanjutan,” ujar Darmawan.
Baca juga : Bangun Lingkungan Perlu Kerja Sama Semua Pihak
Selain dukungan finansial, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk memberikan layanan yang Adaptif dan Solutif berbasis digital, antara lain lewat Kopra by Mandiri yang hadir sebagai platform terintegrasi yang mendukung ekosistem bisnis nasabah korporasi.
Melalui platform digital ini, Bank Mandiri menyediakan berbagai fitur seperti manajemen cash flow yang lebih efisien, akses pembiayaan, dan layanan perbankan digital lainnya, sehingga mempercepat proses transaksi bisnis.
Tidak hanya itu, kata dia, Bank Mandiri juga menyediakan layanan digital inovatif bagi karyawan HBAP melalui aplikasi Livin’ by Mandiri dengan beragam kemudahan transaksi harian dengan fitur-fitur inovatif seperti pembayaran digital, pengelolaan tabungan, hingga investasi.
Melalui sinergi antara Bank Mandiri dan HBAP, dia berharap dapat berkontribusi pada pengembangan industri kelistrikan yang lebih maju dan terintegrasi di Indonesia. “Ini bukan hanya sebuah kerjasama bisnis, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan nilai tambah yang signifikan kepada masyarakat," ungkapnya.
Lewat dukungan ini PLTU Sumsel-8 dapat beroperasi lebih baik dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan, serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi di tingkat nasional. Kolaborasi ini merupakan salah satu langkah penting Bank Mandiri dalam memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan infrastruktur energi nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.

Baca juga : Realisasi KUR Bank Mandiri Tembus Rp 19,33 Triliun Per Juni 2024
Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arsal Ismail, berharap, sinergi ini memberikan dukungan untuk keberlanjutan pasokan tenaga listrik dari PLTU Tanjung Lalang dalam sistem kelistrikan wilayah Sumatera, serta meningkatkan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. “Dengan demikian, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Arsal.
Pada kesempatan yang sama, Vice President China Huadian Overseas Investment, Zhou Qingke mengungkapkan, fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank Mandiri akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali pinjaman jangkapanjang HBAP serta mendukung kelancaran operasional PLTU Tanjung Lalang. “Dengan adanya dukungan finansial ini, HBAP diharapkan dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam mendukung sistem kelistrikan di Indonesia, serta mencapai visi jangka panjangnya sebagai penyedia listrik yang berstandar internasional,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya