Dark/Light Mode

Gaet Perusahaan Jepang, Pertamina Kurangi Emisi Pakai Teknologi CCUS

Senin, 14 Oktober 2024 18:48 WIB
Proyek CCUS di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: Ist)
Proyek CCUS di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission. Salah satu program utamanya adalah penggunaan teknologi injeksi CO2 melalui CO2-EOR sebagai bagian dari Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Implementasi teknologi CCUS diharapkan dapat membantu mencapai target tersebut dengan menyimpan CO2 secara efektif dan mengurangi polusi udara. Di sisi lain, injeksi CO2 menggunakan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) juga akan meningkatkan laju ekstraksi minyak, yang pada gilirannya mendukung peningkatan produksi migas Pertamina.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam penerapan teknologi CCUS dan EOR untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga ketahanan energi. Proyek CCUS di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan contoh akselerasi pengembangan teknologi ini, yang dapat diterapkan di lapangan migas lain di Indonesia.

“Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan, menciptakan efek multiplier positif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Nicke.

Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Kantongi Transaksi Ekspor Rp 163 M Di TEI 2024

Nicke juga menambahkan bahwa proyek ini membuka peluang investasi. “Dengan meningkatkan produksi dan menyimpan CO2 dalam jumlah besar, Indonesia bisa menarik investasi dalam proyek CCUS, terutama dari negara maju seperti Jepang. Ini tidak hanya akan memperbesar kapasitas penyimpanan CO2, tetapi juga mendorong inovasi di industri terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, kerja sama dengan JOGMEC dan JAPEX menunjukkan komitmen Pertamina dalam mempercepat penerapan teknologi CCUS di lapangan migasnya.

“Kerja sama strategis dengan Jepang sudah sukses diterapkan di Lapangan Jatibarang, Indramayu, dan kini dilanjutkan di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur. Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina dalam upaya dekarbonisasi sambil meningkatkan produksi migas nasional,” ujar Fadjar.

Injeksi CO2 dilakukan dengan peralatan khusus yang dirancang untuk menginjeksi CO2 dengan volume 100 ton per hari selama 25 hari. Proses injeksi dilakukan di sumur SKW-26 dengan fase liquid atau gas pada tekanan sumur sebesar 1000–1500 psi.

Baca juga : Minuman Keras Disamarkan Pakai Kemasan Air Putih

Fadjar menambahkan, injeksi CO2 inter-well injection ini merupakan uji coba tahap kedua, setelah injeksi tahap pertama yang dilakukan dengan metode huff and puff di Lapangan Sukowati pada akhir tahun 2023.

“Setelah injeksi tahap kedua, Pertamina akan mengevaluasi peningkatan produksi migas, untuk selanjutnya menerapkan teknologi CCUS dengan CO2-EOR secara penuh di Lapangan Sukowati, dan di lapangan migas lainnya,” tambah Fadjar.

Kegiatan injeksi CO2 ini dilaksanakan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, bersama Hiroshi Okabe, Deputy Director General CCS Project Department JOGMEC, Kyoko Okamoto, General Manager Asia Carbon Neutral Business Department JAPEX, dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Yuichiro.

Turut hadir pula Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad, perwakilan SKK Migas, serta PJ Bupati Bojonegoro, Adriyanto.

Baca juga : Tekan Stunting, Perusahaan Korea Jajaki Kerja Sama Bioteknologi Dengan Indonesia

Selain di Sukowati, Pertamina bersama mitra juga menerapkan teknologi CCS/CCUS di lapangan migas lain seperti Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Asri Basin, Jatibarang, Gundih, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.