Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamat Dorong Kinerja Pelabuhan Patimban Dioptimalkan
Senin, 14 Oktober 2024 22:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Transportasi Bambang Haryo Soekartono meminta Pemerintah untuk mengoptimalkan Pelabuhan Patimban.
Adapun, sampai saat ini hampir 100 persen logistik hasil industri yang ada di Karawang, Bekasi dan Tangerang tetap memilih pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Kecuali, hasil produksi mobil, hanya sebagian kecil yang melalui Pelabuhan Patimban.
"Sampai saat ini, jumlah kapal yang hadir di pelabuhan tersebut hanya 30 kapal setiap bulannya. Sebanyak 70 persennya adalah kapal proyek pembangunan Pelabuhan Patimban," kata Bambang Haryo dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (14/10/2024).
Bambang Haryo menegaskan, Pelabuhan Patimban belum bisa dikatakan sebagai pelabuhan Hub untuk menggantikan Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca juga : Kemenkop UKM Dorong Koperasi Jadi Konsolidator Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Sebagai perbandingan, Pelabuhan Tanjung Priok mempunyai kapasitas 10-12 jt teus per tahun, dengan realisasi 6,4 juta teus.
Pelabuhan Tanjung Priok itu memiliki angka pertumbuhan sekitar 5 persen per tahunnya. Artinya, Pelabuhan Tanjung Priok masih mempunyai kemampuan menampung kontainer sampai dengan 20 tahun ke depan.
Sementara Patimban masih belum mencatatkan satu kapal kontainer pun yang melakukan bongkar muat.
Padahal target penyelesaian pelabuhan tersebut secara total adalah sampai tahun 2025, dengan target produktivitas kontainer sebesar 7,5 juta teus.
"Perlu adanya kajian yang melibatkan pelaku usaha industi," ujarnya.
Baca juga : Pertamina Borong 12 Penghargaan Kehumasan Di AHI Awards 2024
Anggota Dewan terpilih 2024-2029 ini berharap di masa depan, jika Pemerintah ingin membangun pelabuhannharus mempertimbangkan jarak dari wilayah industri, perdagangan, dan pusat keramaian kota.
"Jangan membangun tanpa memperhitungkan aspek ekonomisnya," ucapnya.
Sementara Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kehadiran Pelabuhan Patimban dapat menyeimbangkan arus logistik antara wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.
"Kami membangun infrastruktur transportasi laut seperti Pelabuhan Patimban dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berparadigma Indonesia Sentris atau merata ke seluruh wilayah," kata Menhub.
Untuk diketahui, Pelabuhan Patimban merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan nilai investasi Rp 18,9 triliun.
Baca juga : Dorong UMKM Go Global, Peruri Gelar Pelatihan Strategi Branding Di Bandung
Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional yang dapat mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Adapun, berdasarkan data periode Desember 2021-Desember 2023, Pelabuhan Patimban telah melayani aktivitas bongkar muat domestik sebanyak 184.948 Completely Build Up (CBU) dan untuk bongkar muat internasional sebanyak 268.968 CBU.
Jumlah itu terdiri dari bongkar muat car terminal serta layanan terhadap 20 kapal multipurpose.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya