Dark/Light Mode

Gelar Simulasi Kebakaran Limbah B3 PT. EJIP Amankan Kawasan Industi Bekasi

Rabu, 16 Oktober 2024 21:02 WIB
Simulasi kedaruratan yang digelar oleh Secretariat of Basel Rotterdam dan Stockholm Conventions (BRS Secretariat) bersama Joint Environment Unit (JEU) of the United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP) Bekasi Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). Foto: Istimewa
Simulasi kedaruratan yang digelar oleh Secretariat of Basel Rotterdam dan Stockholm Conventions (BRS Secretariat) bersama Joint Environment Unit (JEU) of the United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP) Bekasi Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Asap hitam membumbung ke udara di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP) Bekasi Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). Limbah cair bahan berbahaya dan beracun (B3), tumpah dan terbakar. Api membumbung tinggi.

Tidak sanggup mengatasi api, petugas di salah satu tenant mengontak PT. EJIP. Sontak, Tim Emergency Response EJIP langsung bertindak. Satu unit mobil pemadam kebakaran datang bersama unit mobil perusahaan pengolah limbah B3, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Api dipadamkan. Limbah B3 ditangani dengan cara tersendiri. Lokasi kebakaran pun disterilkan.

Peristiwa ini, merupakan simulasi kedaruratan yang digelar oleh Secretariat of Basel Rotterdam dan Stockholm Conventions (BRS Secretariat) bersama Joint Environment Unit (JEU) of the United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).

Bertajuk “The Sub-regional Workshop on Hazardous Wastes and Chemicals Emergencies” kegiatan ini didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI serta Basel and Stockholm Convention Regional Centre for Southeast Asia (BSCRC-SEA).

Baca juga : Gelar Operasi Jagratara Tahap 3, Imigrasi Bekasi Perketat Warga Asing

"Momen ini kami ingin tunjukkan kesigapan tim emergency respon yang dimiliki EJIP dalam menghadapi potensi bencana dan kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan industri," ujar Presiden Direktur EJIP, Kenichiro Yoshida.

Dia menjelaskan, jika di areanya terjadi kecelakaan, maka tim penyelamat siap menjaga tenant di area PT.EJIP.

Dijelaskannya, lebih dari 90 tenant berada di dalam areanya. Diamininya, sejumlah kecelakaan terjadi, namun bisa ditangani dengan baik.

"Ya, kadang-kadang terjadi. Ada kecelakaan dengan api kecil. Dan tim penyelamat kita akan memadamkan api itu," katanya.

Sementara, Manager K3 PT. PPLI, Agus Kartiwan menjelaskan simulasi ini dilaksanakan untuk melihat kesiapsiagaan manajemen dan tim emergency respon dalam menangani kedaruratan saat ada paparan limbah B3.

Baca juga : BPOM Dan BNN Amankan Jutaan Butir Narkoba Di Banten

Agus menceritakan, simulasi ini bagian dari kegiatan workshop yang digelar maraton medio 14-17 Oktober 2024 di dua tempat berbeda di kawasan EJIP.

"Hadir dalam pembukaan kegiatan, PJ Bupati Bekasi dan sejumlah pejabat di lingkungan kabupaten Bekasi," ujar Agus.

Workshop ini dibuka oleh Direktur Pengolahan Limbah B3 Achmad Gunawan Widjaksono dan menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Francesca Cenni dari Basel, Rotterdam and Stockholm (BRS) Secretariat Dan Diego Reyes dari UNEP/OCHA JEU.

PPLI dilibatkan untuk mengedukasi lebih dari 50 perwakilan industri yang menjadi peserta workshop terkait pengelolaan limbah B3 dan menggelar simulasi kedaruratan penanganan bencana akibat paparan limbah B3 industri.

Direktur Basel and Stockholm Convention Regional Centre for Southeast Asia (BSCRC-SEA) Kementerian LHK RI, Anton Purnomo menyambut baik kegiatan ini. Terlebih, workshop diikuti oleh peserta yang berasal dari 18 negara dan puluhan perusahaan nasional.

Baca juga : KLHK Tekankan Standarisasi Produk Hasil Hutan Untuk Konstruksi Hijau

Berdasarkan data dari DLH Kabupaten Bekasi, ada lebih dari 6000 industri di Kabupaten Bekasi.

"Terbesar se Asia Tenggara. Diyakini belum semua industri teredukasi soal kesiagaan atas potensi bencana paparan limbah B3 ini," ujar Sekretaris DLH Kabupaten Bogor, Sukmawati.

Melalui acara workshop tersebut, lanjut Sukmawati, pihaknya bersyukur membuka mata semua industri tentang pentingnya keberadaan tim emergency respon di setiap perusahaan guna antisipasi bencana dampak teknologi ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.