Dark/Light Mode

BRIN Promosikan Sorgum sebagai Solusi Pangan Masa Depan

Sabtu, 19 Oktober 2024 16:13 WIB
Pohon Sorgum. (Foto: Ist)
Pohon Sorgum. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bertepatan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG) mempromosikan sorgum sebagai bahan pangan alternatif masa depan.

Hal ini disampaikan dalam Webinar Nasional Teknologi Tepat Guna (TTG) bertema “Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Sorgum untuk Mendorong Kemandirian Pangan” yang diselenggarakan pada Rabu (16/10/2024).

Kepala PRTTG BRIN, Achmat Sarifudin menjelaskan, sorgum memiliki potensi besar sebagai bahan pangan alternatif yang kaya nutrisi. Menurutnya, sorgum adalah tanaman yang telah lama dikenal masyarakat sebagai sumber pangan, namun konsumsi sorgum berangsur tergeser oleh dominasi padi sebagai bahan pokok. “Ketergantungan terhadap padi kurang baik untuk ketahanan pangan nasional. Indonesia memiliki berbagai sumber makanan pokok lain yang mengandung karbohidrat, seperti singkong, jagung, dan sorgum,” ujar Achmat.

Baca juga : Ucapkan Selamat, PBNU Siap Bangun Masa Depan Bersama Prabowo-Gibran

Ia menegaskan, diversifikasi pangan harus didorong demi ketahanan pangan nasional. “Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, kita harus mulai mengonsumsi sumber karbohidrat lain seperti sorgum, yang bisa menjadi alternatif pangan pokok bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Sorgum, lanjut Achmat, adalah tanaman yang produktif dan serbaguna. Biji sorgum bisa diolah menjadi beras, bubur, aneka kue, pasta, serta pemanis berupa gula semut atau cair. Bahkan, batang sorgum juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif seperti etanol.

“Sorgum tahan terhadap cuaca ekstrem dan bisa tumbuh di daerah yang kekurangan air. Ini menjadi keunggulan tersendiri bagi sorgum dibandingkan tanaman pangan lainnya,” tambah Achmat.

Baca juga : Warga Tambora Solid Kawal TPS Menangkan Mas Pram-Bang Doel

PRTTG BRIN saat ini tengah mengembangkan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas sorgum, baik pada masa panen maupun pascapanen. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan sorgum bisa segera diimplementasikan secara luas di Indonesia.

“Kami serius mengembangkan sorgum agar kembali menjadi salah satu pangan pokok andalan Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Selain itu, PRTTG BRIN juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan industri. Beberapa mitra kerjasama tersebut antara lain Sorgum Center Indonesia, Kelompok Tani Mergo Santoso Kabupaten Demak, PT. Dahana, Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas pemanfaatan sorgum di Indonesia.

Baca juga : KAI Properti Optimalkan Layanan di Stasiun Pasar Senen dengan Fasilitas Modern

Achmat berharap melalui webinar ini, para periset dapat konsisten dalam melakukan riset mengenai diversifikasi olahan sorgum. “Kami juga ingin mendorong para periset untuk menyebarluaskan hasil riset mereka. Misalnya melalui forum-forum diskusi seperti webinar atau sharing session, agar manfaatnya diketahui masyarakat luas,” tutupnya.

Dengan pengembangan teknologi dan dukungan riset yang komprehensif, BRIN optimistis sorgum dapat menjadi solusi pangan masa depan yang mendukung kemandirian pangan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.