Dark/Light Mode

Ada Program 3 Juta Rumah, Industri Keramik Siap Bangkit

Selasa, 22 Oktober 2024 20:17 WIB
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto. (Foto: Ist)
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto optimisme, terhadap masa depan industri keramik di Indonesia, terutama dengan adanya kebijakan-kebijakan baru dari pemerintah yang mendukung sektor properti dan infrastruktur. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah memberikan dukungan signifikan terhadap industri keramik.

“Di bawah kepemimpinan beliau, kami merasa industri keramik tetap bertahan meskipun menghadapi tantangan dari produk impor. Utilisasi kami masih bisa terjaga, meskipun sempat turun, namun berkat program-program seperti business matching, percepatan P3DN, dan TKDN, industri kami tetap bertahan,” ujar Edy di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Baca juga : Prabowo Ingin Bangun 3 Juta Rumah Per Tahun Untuk Masyarakat

Edy menyebutkan, regulasi seperti Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2024 terkait pengaturan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk keramik sangat membantu perkembangan industri. “Kami optimis bahwa dengan regulasi yang mendukung ini, industri keramik bisa kembali bangkit dan mencapai kejayaannya seperti di 2012-2013,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edy menyoroti adanya program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang akan memberikan dampak besar bagi industri keramik. “Jika kita hitung, proyek 3 juta rumah tipe 36 itu membutuhkan sekitar 110 juta meter persegi keramik per tahun. Itu setara dengan 15 persen dari total kapasitas industri kami, sehingga kami yakin industri keramik akan mengalami pertumbuhan signifikan,” jelas Edy.

Baca juga : Kembangkan Program PSIAP, DJP Terus Lakukan Reformasi Perpajakan

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam hal ketersediaan gas bumi dengan harga yang kompetitif untuk menjaga daya saing industri. Gas bumi berkontribusi 30 persen dari biaya produksi. 

Oleh karena itu, keberlanjutan harga gas yang terjangkau sangat krusial bagi kami. “Kami berharap pemerintah dapat memperpanjang dan memperbaiki alokasi gas bumi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Edy.

Baca juga : PNM Dukung Program Inklusi Keuangan OJK

Dengan adanya berbagai program dan dukungan tersebut, Asaki optimis bahwa industri keramik Indonesia siap untuk melakukan ekspansi kapasitas dan memanfaatkan momentum kebangkitan ekonomi yang ada.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.