Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebut Proses Industrialisasi
Hilirisasi Buka Banyak Lapangan Kerja Baru
Selasa, 29 Oktober 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
“Ini contoh nyata bagaimana hilirisasi tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sosial yang signifikan di daerah-daerah penghasil tambang,” katanya.
Ia berharap, keberhasilan tersebut bisa diperluas ke wilayah lain di Indonesia. Seperti Papua dan Kalimantan, untuk memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Sebelumnya, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Mind ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan, industri pertambangan memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Terlebih, dengan potensi besar di sektor pengolahan sumber daya alam, maka hilirisasi bisa memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap produk tambang.
Baca juga : Mendagri: Kepala Daerah Harus Mampu Gerak Cepat
Misalnya bauksit yang hanya dihargai sekitar 40 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 627,684 per ton, dapat memiliki nilai hingga 15 kali lipat jika diolah menjadi alumina atau aluminium.
Sehingga hal ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomis, tetapi juga memperluas lapangan pekerjaan, khususnya di sektor pengolahan.
“Kami sadar, bahwa serapan terhadap investasi-investasi untuk lapangan kerja baru itu cukup besar,” tegas Dilo dalam acara Media Briefing Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas dengan tema ‘Industri Pertambangan Sebagai Penggerak Hilirisasi Menuju Indonesia Emas’ di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Untuk itu, pihaknya telah merancang rencana hilirisasi untuk lima tahun ke depan, dengan fokus pada pengembangan ekosistem baterai, yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Baca juga : Kuota Penerima Bansos Tolong Ditambah Dong!
Sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri pengolahan di Indonesia.
“Investasi yang akan dilakukan perusahaan dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS (Rp 313,8 triliun),” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengembangan ekosistem baterai akan dilalukan anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang tengah fokus mengembangkan teknologi konversi batubara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet.
Komponen itu akan menjadi bahan baku utama baterai Lithium-ion (Li-ion).
Baca juga : Tim Garuda Tunjukkan Taringnya Di Level Asia
“Dan menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia,” jelasnya.
Dengan begitu, komitmen hilirisasi PTBA kini akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik Grup Mind ID, yang ditargetkan terlaksana sepenuhnya pada 2028. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 29 Oktober 2024 dengan judul "Kebut Proses Industrialisasi, Hilirisasi Buka Banyak Lapangan Kerja Baru"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya