Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Miliki Pengalaman Dan Kekuatan
PTPP-BTN All Out Dukung Program Tiga Juta Rumah
Jumat, 15 November 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Nixon memperkirakan, ada sebanyak 34 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni.
Bahkan, pihaknya pun membagi keluarga ke dalam dua kelompok, yakni 10 juta keluarga yang belum memiliki rumah alias backlog.
Lalu, ada kelompok yang datang dari 24 juta keluarga yang sebenarnya sudah punya rumah, namun BTN mengklasifikasikan rumah tersebut tidak layak huni.
“Kurang lebih 34 juta keluarga. Kalau satu keluarga kali 4 orang, berarti masih ada 120 juta orang hidup tanpa rumah, atau tidak layak huni,” terangnya.
Nixon menilai, bila program pembangunan perumahan ini berjalan, maka mendatangkan banyak dampak positif dari sektor ini. Sebab, pembangunan rumah adalah industri padat modal, yang juga padat karya.
Baca juga : Pemerintah Happy AS Bakal Investasi Di Sini
Ditambah lagi 90 persen materialnya local content. Atau bisa dikatakan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya tinggi, berkisar 90 persen-95 persen.
“Rumah menengah bawah, pasir, semen, bata, genteng, seng, kayu, sampai rangka baja ringan itu produksi Indonesia,” katanya.
Dihubungi terpisah, Pengamat properti Anton Sitorus menilai, sinergi yang terjalin antar BUMN diharapkan mampu merealisasikan program yang dicanangkan Pemerintah. Salah satunya soal ketersediaan hunian, khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Dukungan ini, tentu harus ada dari sisi financing karena terkait dengan keterjangkauan harga rumah itu sendiri,” kata Anton singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, pihaknya punya kesepakatan dengan Kementerian PKP untuk memetakan seluruh aset BUMN, yang konteksnya untuk perumahan rakyat dan kelompok masyarakat kelas menengah.
Baca juga : Awas, Bangunan Roboh Dan Longsor Mengancam
Erick yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mencontohkan, kesuksesan BUMN membangun hunian terintegrasi yang terjangkau, berkat sinergi antar-BUMN seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Perum Perumnas, hingga BTN.
BUMN, kata dia, telah membangun model hunian terintegrasi dengan sistem transportasi umum atau TOD (Transit Oriented Development) di delapan titik.
“Kami mengoptimalkan lahan-lahan KAI menjadi sebuah hunian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan dibangun proyek TOD terbaru kepada Presiden Prabowo dalam 100 hari kepemimpinannya.
“Akan diusulkan unit TOD yang cukup besar. Misalnya, 900 unit di sebuah lokasi,” kata Erick.
Baca juga : Indonesia Vs Jepang, Tim Garuda Siap Bikin Kejutan
Selain PTPP dan BTN, masih ada perusahaan pelat merah lainnya dalam program pembangunan 3 juta rumah ini, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 15 November 2024 dengan judul "Miliki Pengalaman Dan Kekuatan PTPP-BTN All Out Dukung Program Tiga Juta Rumah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya