Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Gandeng Dua Perusahaan China
Capai Swasembada Energi Bukan Cuma Omon-omon
Senin, 18 November 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Target swasembada energi yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto bakal terwujud. Sebagai langkah awal, PT PLN (Persero) bekerja sama dengan dua perusahaan besar asal China, Huawei dan SDIC Power, terkait kemandirian energi di Indonesia.
Penandatanganan tersebut dilakukan pada Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing, China, Minggu (10/11/2024), yang juga disaksikan oleh Prabowo.
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengapresiasi PLN yang gerak cepat (gercep) menggandeng dua perusahaan energi raksasa China, demi mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo terkait kemandirian energi.
“Tanpa upaya serius yang terus menerus, komitmen Prabowo mencapai swasembada energi tidak lebih hanya omon-omon,” tutur Fahmy kepada Rakyat Merdeka, Minggu (17/11/2024).
Baca juga : Menperin Perketat Impor Dan Genjot Produk Lokal
Fahmy juga memuji upaya PLN yang telah menjadi garda terdepan dalam percepatan transisi energi dengan peningkatan kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam jumlah signifikan. Termasuk kolaborasi global yang telah mereka lakukan.
“Hal ini sekaligus dilakukan untuk mempercepat akses pembiayaan hijau. Hal ini dalam rangka mendukung agenda transisi energi di Indonesia,” katanya.
Dalam konteks transisi energi, Fahmy menyoroti inisiatif PLN dalam mengembangkan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) atau akselerasi pengembangan EBT. Tujuannya, untuk mengatasi kesenjangan antara lokasi sumber EBT berskala besar dengan pusat permintaan listrik.
Melalui program ini, lanjut Fahmy, PLN mampu meningkatkan porsi EBT hingga mencapai 75 persen atau setara dengan 60 GW (GigaWatt) pada 2040.
Baca juga : Pasokan Sering Mati, Airnya Bau Dan Kotor
Rinciannya, mencakup peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Energi Panas Bumi (Geothermal) sebesar 32 GW, serta kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin hingga 28 GW.
PLN telah meluncurkan program Green Enabling Super Grid yang dilengkapi dengan sistem Smart Grid dan Flexible Generation.
“Bisa dilihat, upaya-upaya tersebut menunjukkan bagaimana PLN semakin memimpin transisi energi dengan tujuan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060,” puji Fahmy.
Untuk mendukung percepatan ini, PLN menjalin berbagai kemitraan di tingkat lokal, nasional dan internasional.
Baca juga : Kroasia Vs Portugal, Aksi Panggung Lapis Kedua
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan, kerja sama ini membuka babak baru hubungan ekonomi Indonesia-China dan menjadi fondasi kuat bagi berbagai sektor.
“Termasuk energi dan teknologi untuk berkembang secara berkelanjutan,” ucap Prabowo dalam keterangan pers, Senin (11/11/2024).
Menyoal ini, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai tulang punggung kelistrikan di Tanah Air, PLN berkomitmen berkolaborasi dengan mitra global untuk mencapai target swasembada energi secara keberlanjutan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya