Dark/Light Mode

Keren, Laporan Keberlanjutan InJourney Airports Salah Satu Terbaik Di RI

Sabtu, 23 November 2024 12:15 WIB
InJourney Airports raih Rating Platinum dalam ajang bergengsi Asia Sustainability Reporting Rating 2024. Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Keuangan InJourney Airports Yanindya Bayu Wirawan. (Foto: Ist)
InJourney Airports raih Rating Platinum dalam ajang bergengsi Asia Sustainability Reporting Rating 2024. Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Keuangan InJourney Airports Yanindya Bayu Wirawan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan keberlanjutan atau sustainability report PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dinilai sebagai salah satu terbaik di Indonesia.

National Center for Corporate Rating (NCCR), lembaga independen yang pertama kali memperkenalkan pelaporan berkelanjutan (sustainability reporting) di Indonesia sejak 2005, memberikan Rating Platinum atau peringkat tertinggi bagi Sustainability Report InJourney Airports pada ajang bergengsi Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2024. 

Seremoni penghargaan digelar pada Kamis, 21 November 2024, dan penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Keuangan InJourney Airports Yanindya Bayu Wirawan. 

Seperti diketahui, InJourney Airports dikukuhkan pada 9 September 2024 sebagai bentuk integrasi dari dua operator bandara yakni PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Sejalan dengan ini, dasar penilaian yang digunakan dalam ASRRAT 2024 adalah Sustainability Report 2023 PT Angkasa Pura I. 

ASRRAT 2024 sendiri menilai laporan keberlanjutan dari 70 organisasi, di mana dari jumlah itu hanya 11 yang berhasil meraih Rating Platinum termasuk InJourney Airports. 

Baca juga : Minimalkan Delay Penerbangan, InJourney dan AirNav Dukung Peningkatan OTP Maskapai

Prestasi ini merupakan yang ketiga kali berturut-turut setelah pada 2022 dan 2023 InJourney Airports juga memiliki rekam jejak Rating Platinum, di mana saat itu juga  menggunakan Sustainability Report AP I. 

Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi mengatakan pencapaian ini sekaligus bentuk komitmen dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan terus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap aspek ESG (enviromental, social and governance). 

“Komitmen kami terhadap keberlanjutan di antaranya diwujudkan melalui sustainability report yang secara transparan mencatat rekam jejak perusahaan terkait aspek sosial, lingkungan dan ekonomi, di mana kemudian menjadi dasar bagi kami dalam mengambil keputusan atau kebijakan tentang isu keberlanjutan.”

“Oleh karena itu, sustainability report bukan hanya sekedar pelaporan. Tetapi, menjadi pedoman untuk terus meningkatkan kontribusi InJourney Airports terhadap isu-isu keberlanjutan sehinga kami selalu menerapkan standar tinggi dalam merumuskan sustainability report,” ujar Faik. 

Adapun Rating Platinum yang berhasil diraih seiring dengan laporan keberlanjutan perusahaan yang telah memenuhi standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021, peraturan OJK, serta pencantuman data emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan peran perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG's). 

Baca juga : BPOM Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Dari Ombudsman

Laporan keberlanjutan InJourney Airports juga telah melalui proses assurance dari pihak eksternal menggunakan standar AA1000 Assurance Standard (AA1000AS v3), sehingga informasi yang disajikan dalam laporan menjadi lebih kredibel dan transparan.

Faik menuturkan sustainability report juga mendukung praktik keberlanjutan yang telah diterapkan dalam operasional bandara yang mencakup program konservasi energi dan pelestarian lingkungan. 

Praktik keberlanjutan

Program terkait konservasi energi antara lain sertifikasi global Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018 yang diraih Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Melalui sertifikasi ini, bandara memiliki SOP yang diakui secara internasional dalam menetapkan kebijakan energi, tujuan, target energi, rencana aksi dan proses yang fokus pada efisiensi energi.

Program lainnya, kata Faik, adalah pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Banyuwangi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Baca juga : Kolaborasi Bazar Sarinah Pandu x InJourney Group Dorong UMKM Naik Kelas

Lalu, program implementasi metodologi Airport Carbon Emission Reporting Tool (ACERT) untuk menghitung emisi gas rumah kaca melalui perhitungan penggunaan tingkat konsumsi BBM dan listrik bandara. 

Di samping efisiensi dan konservasi energi, InJourney Airports juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui sejumlah program yakni implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 di sejumlah bandara antara lain Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahmad Yani Semarang, I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Internasional Yogyakarta. Melalui sertifikasi ini, bandara InJourney Airports berkomitmen untuk memadukan kegiatan operasional bandara dengan aspek lingkungan. 

Menurut Faik, komitmen pelestarian terhadap lingkungan juga diterapkan dengan adanya fasilitas pengelolaan limbah, seperti di Bandara Soekarno-Hatta yang dilengkapi sewage treatment plant (STP) untuk mengelola limbah cair dan 7 incinerator untuk pembakaran limbah padat. 

Sebagai upaya berkontribusi terhadap lingkungan, InJourney Airports menerapkan kebijakan manajemen operasi berbasis lalu lintas penerbangan. Ini dilakukan agar penggunaan sumber daya dapat terencana dengan baik dan hemat, untuk mereduksi dampak terhadap lingkungan, contoh seperti penggunaan listrik dan air yang tepat digunakan dalam pengoperasian bandara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.