Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Insentif Penjualan Perlu Dilanjutkan
Masyarakat Sukarela Pake Kendaraan Berbasis Listrik
Selasa, 15 Oktober 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemberian insentif kendaraan listrik diharapkan terus dilanjutkan. Sebab, kebijakan itu selama ini efektif mengerek minat masyarakat membeli kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mencatat per Agustus 2024, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp 29,07 triliun.
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto mengatakan, pengalihan penggunaan kendaraan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke listrik, sudah menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Selain itu, Pemerintah sudah membuat program yang berkaitan dengan insentif. Sehingga hal ini dapat menarik minat masyarakat untuk berpindah menjadi pengguna kendaraan berbasis listrik.
Baca juga : Bahlil Janji Pangkas Izin Eksplorasi Migas
“Jika kebijakan dan insentif terus dijalankan, maka tanpa dipaksa pun, masyarakat sukarela menjadi pengguna kendaraan listrik,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, Senin (14/10/2024)
Langkah selanjutnya, kata dia, adalah memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Karena hal itu akan melibatkan banyak pihak, yakni tidak hanya terkait produsen kendaraan dan konsumen saja.
Ada juga lembaga pembiayaan, yang kalau kebijakan Pemerintah soal kendaraan listrik terus berlangsung di tahun-tahun mendatang, Toto yakin, masyarakat akan tertarik dengan insentif yang ditawarkan.
Jika melihat catatan OJK yang menunjukkan peningkatan pembiayaan atas kendaraan listrik, Toto yakin, industri keuangan masih berminat untuk terus menyalurkan pembiayaannya.
Baca juga : Warga Jakarta Kini Mudah Periksa Kesehatan Mental
Untuk itu, ia menyarankan Pemerintah mematok target waktu atas pengalihan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.
“Jadi implementasinya lebih jelas dan harus dijalankan secara berkelanjutan,” katanya.
Terpisah, Corporate Secretary BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau Mind ID Heri Yusuf mengatakan, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) mineral untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Menurut Heri, komoditas mineral kelolaan Grup Mind ID memiliki peranan besar dalam ekosistem kendaraan listrik.
Baca juga : Motor Dan Truk Menjadi Penyumbang Terbesar
Sehingga upaya proaktif untuk membangun hilirisasi dan industrialisasi mineral, sekaligus integrasinya dengan sektor manufaktur, terus dilakukan perseroan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya