Dark/Light Mode

Siap Garap Proyek Pengganti LPG, Bukit Asam Tunggu Penugasan Pemerintah

Sabtu, 30 November 2024 08:58 WIB
Corporate Secretary Bukit Asam Niko Chandra. (Foto: Fazry)
Corporate Secretary Bukit Asam Niko Chandra. (Foto: Fazry)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menggarap proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti liquefied petroleum gas (LPG) di Indonesia. Untuk menjalankan proyek tersebut, PTBA membutuhkan penugasan dari Pemerintah.

Corporate Secretary Bukit Asam Niko Chandra mengatakan, saat ini secara global, baru China yang mengembangkan realisasi hilirisasi batu bara menjadi DME.

Menurutnya, hilirisasi di China bisa berjalan karena pemerintah China memberikan berbagai macam insentif dan dukungan dalam bentuk penugasan.

"Kalau kami berkaca apa yang dilakukan China, itu memang intervensi pemerintah sangat luar biasa, mulai dari insentif dan dukungan. Salah satunya dalam bentuk penugasan," kata Niko dalam Media dalam media gathering di Bogor, Jumat (29/11/2024) malam.

Baca juga : Istana: Lapor Mas Wapres Program Bersama Milik Pemerintah

Menurut Niko, PTBA sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki salah satu fungsi, yaitu untuk pelayanan publik.

Dalam hal ini, DME nantinya akan menjadi substitusi LPG bersubsidi tabung 3 kilogram (kg) yang banyak digunakan masyarakat.

Dengan hal tersebut, PTBA menekankan pentingnya dukungan pemerintah berupa penugasan khusus kepada perusahaan selaku BUMN dalam pengembangan DME yang berfungsi menggantikan LPG.

Strategi Pengembangan Usaha

PTBA juga menyusun strategi pengembangan usaha berbasis empat pilar utama untuk mendukung transisi energi.

Baca juga : Beringin Pengen Jadi Partai Pelopor Dukung Pemerintah

Pilar pertama, berfokus pada pengelolaan cadangan, peningkatan kapasitas produksi, serta efisiensi biaya operasional melalui dekarbonisasi dan digitalisasi.

Pilar kedua menggarap pengembangan produk turunan batu bara, pembangkit listrik ramah lingkungan, Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE), serta penyediaan jasa operasional dan pemeliharaan (O&M) untuk kebutuhan industri.

Sementara pilar ketiga, menitikberatkan pada optimalisasi angkutan batu bara, pengembangan infrastruktur, dan diversifikasi segmen pasar.

Terakhir, pilar keempat mengedepankan bisnis berbasis manajemen karbon, peningkatan daur hidup produk, serta mendukung solusi ramah lingkungan.

Baca juga : Komnas HAM Dukung Hak Pengemudi Online

Selain fokus pada pasar domestik, PTBA juga memperluas jangkauan ke pasar internasional, dengan mencari peluang baru di negara-negara berkembang.

“Vietnam menjadi salah satu negara yang menjadi target PTBA untuk memperluas pangsa pasar batu bara di wilayah Asia Tenggara,” pungkas Niko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.