Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelaku Industri AMDK Harap Pemerintah Stop Kampanye Negatif Isu BPA
Minggu, 1 Desember 2024 23:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) resah dengan masih maraknya kampanye negatif terkait isu Bisphenol A (BPA) dalam galon kuat polikarbonat yang dilancarkan pihak tertentu. Para pengusaha meminta agar Pemerintah menghentikan kampanye negatif tersebut, karena bisa merusak pasar industri AMDK di Indonesia.
Kampanye negatif ini dinilai melanggar persaingan usaha yang sehat di kalangan industri AMDK. Apalagi, ada yang mengiklankan bahwa galon kuat polikarbonat kotor dan menjadi sarang kecoa.
Pelaku usaha AMDK gallon kuat polikarbonat menyatakan, kampanye ini mengganggu usaha mereka. Padahal, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kontribusi AMDK dan industri makanan dan minuman terhadap perekonomian nasional sebesar 6,4 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan 38,05 persen terhadap total industri non-migas nasional. Kementerian Perindustrian mencatat, industri AMDK mencakup 900 perusahaan dengan pekerja sekitar 40.000 orang yang penjualannya sekitar 70 persen dari kemasan galon kuat polikarbonat.
PT Muawanah Al Ma’some, yang memproduksi AMDK galon kuat polikarbonat, menyatakan kekecewaannya terhadap kampanye negatif dengan isu bahaya BPA. “Isu ini jelas-jelas isu persaingan usaha yang sengaja dikemas untuk menjatuhkan produk AMDK galon polikarbonat,” ucap Direktur PT Muawanah Al Ma’some, Evan Agustianto.
Baca juga : Manfaatkan Investasi Hasil Kunker Luar Negeri, Pemerintah Pacu KEK dan PSN
Dia meminta agar pihak-pihak yang menyebarkan kampanye negatif terhadap galon kuat polikarbonat melakukan persaingan usaha yang sehat dengan tidak membawa-bawa produk yang lain. “Silakan masing-masing mempromosikan produknya sendiri-sendiri dan jangan menjelek-jelekkan produk orang lain,” tandasnya.
Ketua DPD Aspadin Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, ini mengatakan, untuk masalah pasar, sebaiknya masing-masing berjalan sendiri-sendiri tanpa menyinggung-nyinggung produk orang lain. Sebagai sesama industri AMDK, bagaimana menjalankan organisasi dengan baik, menjalankan perusahaan dengan baik, itu cukup.
“Dari dulu kan tidak pernah ada isu seperti BPA ini. Tapi, kenapa tiba-tiba saja dimunculkan di Masyarakat? Ini kan sebuah keanehan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Manufacturing dan Quality Advisor PT Sinarmas Cakrawala Persada, Eddy Setyahadi. PT Sinarmas Cakrawala Persada memproduksi AMDK galon kuat polikarbonat Pristine. Dia kecewa terhadap kampanye negatif yang dihembuskan pihak-pihak tertentu terhadap AMDK galon kuat polikarbonat. Dia melihat, kampanye tersebut jelas-jelas menunjukkan isu persaingan usaha yang tidak sehat di antara industri AMDK.
Baca juga : Maung Bandung Tak Gentar Hadapi Pemuncak Klasemen BRI Liga 1
Dia mencontohkan adanya iklan bekas galon kuat polikarbonat yang terkesan kotor dan dihinggapi kecoak. “Ini kan sebenarnya tidak ada kaitannya dengan isu BPA yang dihembuskan selama ini. Tidak ada hubungannya sama sekali antara galon kotor itu dengan masalah BPA,” tutur Pengurus Bidang Advokasi DPD Aspadin Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten ini.
Dia meminta agar industri-industri AMDK melakukan persaingan sehat dengan tidak menjatuhkan produk pihak lain. “Seharusnya bersaing dengan fair tanpa menjatuhkan produk orang lain. Kalau mau promosi, ya iklankan saja keunggulan produk sendiri dan jangan menyinggung-nyinggung produk orang lain,” cetusnya.
Dewi Bulna, GM PT Panfila, yang memproduksi AMDK galon kuat polikarbonat Ron88, juga menyatakan kekecewaannya terhadap kampanye negatif isu BPA ini. Dia melihat isu BPA ini hanya bertujuan untuk persaingan usaha yang tidak sehat di antara industri AMDK.
“Kampanya negatif ini jelas-jelas sangat memojokkan industri AMDK yang memproduksi galon kuat polikarbonat,” ucap Sekretaris DPD Aspadin Jabar, DKI Jakarta, dan Banten ini.
Baca juga : Jokowi Kampanyekan RK-Suswono Di Jakarta
Ahmad Imamudin, Direktur PT Riade Sumber Energi, yang memproduksi produk AMDK galon kuat polikarbonat Soft Ride di wilayah Garut, menyampaikan kekecewaan yang sama. Menurutnya, kampanye isu BPA ini dengan menyinggung-nyinggung produk galon kuat polikarbonat itu terkesan untuk menakut-nakuti konsumen sehingga tidak mau membelinya.
“Kampanye seperti ini harus dihentikan secepatnya. Karena, dengan adanya kampanye tersebut kesan yang muncul di kalangan konsumen akan menganggap bahwa para produsen AMDK galon kuat polikarbonat itu abai dalam hal kesehatan atau kebersihan,” ucap Wakil Ketua II DPD Aspadin Jabar, DKI Jakarta, dan Banten ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya