Dark/Light Mode

Sukses Lakukan Efisiensi Dan Transformasi

Pendapatan Pertamina Nyaris Rp 1.000 Triliun

Jumat, 6 Desember 2024 07:05 WIB
Sukses Lakukan Efisiensi Dan Transformasi Pendapatan Pertamina Nyaris Rp 1.000 Triliun

 Sebelumnya 
Simon mengatakan, Pertamina akan terus memfokuskan bisnis melalui strategi pertumbuhan ganda, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon untuk transisi energi.

Pertamina juga terus berupaya untuk mengoptimalkan distribusi BBM bersubsidi.

“Serta memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak melalui program Pertamina Subsidi Tepat Sasaran,” jelas Simon.

Pertamina pun mendorong penyaluran volume BBM non-subsidi melalui perluasan outlet BBM non-subsidi.

Baca juga : Menperin Agus Siapkan Stimulus Untuk Industri

Atas upaya ini, hingga kuartal III-2024 Pertamina berhasil meningkatkan volume penjualan BBM non-subsidi sebesar 13 persen year on year (yoy) atau sebesar 31 juta kiloliter.

Pertamina juga telah melakukan pengendalian distribusi LPG 3 kg bersubsidi dengan menggunakan Merchant Apps Pangkalan (MAP) Pertamina.

Simon berharap, proses digitalisasi ini dapat memantau proses implementasi program subsidi tepat sasaran secara real time dan juga memastikan akses BBM.

“Dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) bersubsidi bagi masyarakat yang berhak,” katanya.

Baca juga : Eks Warga Kolong Tol Kini Bisa Tidur Pules

Terpisah, Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, keberhasilan Pertamina dalam meraih pendapatan hampir Rp 1.000 triliun ini didorong strategi efisiensi perseroan.

“Yang saya lihat, Pertamina juga menerapkan strategi nilai lindung (hedging) di tengah nilai tukar yang dinamis. Padahal kita tahu kondisi global juga belum reda,” ujar Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarinm

Fahmy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah yang telah melakukan pembayaran kompensasi BBM ke Pertamina. Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah melakukan perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 159/2022, sehingga dana kompensasi bisa cair lebih cepat.

“Kondisi tersebut sangat membantu kapital Pertamina pada setiap lini bisnis perusahaan,” ucapnya

Baca juga : Sang Dewi Incar Puncak Klasemen

Ia berharap, jelang akhir 2024, Pertamina mampu mempertahankan kinerja positif. Dan tahun depan, juga mampu meningkatkan kinerja. Hal tersebut didukung ada kestabilan harga minyak dunia.

Pertamina juga diharapkan memperkuat lini distribusi migas dan pengelolaan geothermal, termasuk yang dikelola anak usaha atau subholding.

“Terlebih dengan terus melakukan perbaikan dan transformasi secara konsisten,” tutup Fahmy. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 6 Desember 2024 dengan judul "Sukses Lakukan Efisiensi Dan Transformasi, Pendapatan Pertamina Nyaris Rp 1.000 Triliun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.