Dark/Light Mode

Lewat Toyota Production System, TMMIN Dorong Swasembada Kopi Lokal

Sabtu, 7 Desember 2024 08:43 WIB
Wakil Presiden Ditektur TMMIN Bob Azam (kanan) mendengarkan penjelasan mengenai kopi Wonosalam. (Foto: Ist)
Wakil Presiden Ditektur TMMIN Bob Azam (kanan) mendengarkan penjelasan mengenai kopi Wonosalam. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di kaki perbukitan Wonosalam, Jombang, aroma kopi segar selalu menjadi penanda kehidupan para petani kopi. Di balik biji-biji kopi yang dipanen dengan penuh dedikasi, terdapat impian besar: menjadikan kopi Wonosalam dikenal tidak hanya di tanah air, tetapi juga di pasar internasional.

Berkat dukungan dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), impian itu kian nyata.

Sejak 2021, Koperasi Kopi Wonosalam telah menjadi penggerak utama dalam mengorganisir petani kopi lokal. Meski baru mengelola sekitar 100 hektare dari potensi 200 hektare lahan kopi, semangat para petani tetap menyala. Kini, dengan pendampingan dari TMMIN dan penerapan Toyota Production System (TPS), mereka berharap mampu memaksimalkan potensi lahan hingga 250 hektare.

Toyota Production System (TPS), yang terkenal dengan efisiensi dan kualitas tinggi, kini diterapkan dalam proses produksi kopi di Wonosalam. Melalui kolaborasi CSR TMMIN dan ITS, koperasi ini dilatih untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi.

Baca juga : Tiket Pesawat Mau Turun, INACA Dorong 6 Syarat Ini

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen TMMIN untuk memberdayakan UMKM melalui pilar pendidikan.

“Kami ingin memastikan prinsip-prinsip TPS dapat membantu Koperasi Kopi Wonosalam menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Bob Azam, di Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, Jumat (6/12/2024).

Ketua Kegiatan dari ITS, Dr. Mokhamad Suef, menambahkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama program laboratorium manufaktur dengan ITS sebelumnya. “Karena ITS telah mencapai peningkatan yang signifikan pada program TPS di lini industri manufaktur,” jelas lelaki yang akrab disapa Suef itu.

Menurut Suef, ITS membantu membenahi standarisasi kerja mulai dari penyortiran biji kopi hingga pemasaran produk. Salah satu inovasi penting adalah transformasi dari proses penyortiran manual menjadi lebih efektif dengan meja sortir. “Hal itu juga dapat mengurangi risiko penyakit tulang petani kopi, karena mereka tidak perlu membungkuk saat melakukan penyortiran,” ungkap Suef.

Baca juga : Luncurkan Program Ocean LiteraSEA, PIS Dorong Generasi Muda Jaga Ekosistem Laut

Mimpi yang Kian Dekat

Pengawas Koperasi Kopi Wonosalam, Edi, menceritakan bagaimana pendampingan ini memberikan harapan baru bagi para petani. Salah satu impian terbesar mereka adalah memiliki pabrik kopi sendiri.

“Dulu, mimpi itu terasa jauh. Namun, dengan bimbingan TMMIN, kami tahu langkah apa yang harus diambil untuk mewujudkannya. Sekarang, mimpi kami semakin nyata,” ungkap Edi penuh semangat.

Selain peningkatan produksi, produk kopi Wonosalam—yang terdiri dari jenis Robusta, Excelsa, dan Arabika—juga mengalami lonjakan permintaan. Dengan kualitas yang terjaga, biji kopi Wonosalam kini sudah menembus pasar internasional, termasuk Malaysia dan Thailand.

Warih Andang Tjahjono.

Baca juga : Kapolri Siapkan 4 Program Mendukung Program Swasembada Pangan

Sementara, Advisor TMMIN, Warih Andang Tjahjono berharap, kolaborasi ini dapat mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Kami ingin Indonesia tidak hanya swasembada pangan, tetapi juga swasembada kopi. Tidak seharusnya kita masih mengimpor kopi, padahal tanah kita subur,” katanya.

Ia optimis, dengan potensi alam yang besar dan dukungan teknologi, kopi Wonosalam dapat menjadi kebanggaan Indonesia di kancah global. “Seperti kata Koes Plus, tongkat kayu dan batu pun bisa jadi tanaman. Jadi, kenapa kopi tidak bisa?” tambahnya.

Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga membuka peluang pendidikan dan inovasi. Bagi TMMIN dan ITS, pendampingan ini bukan sekadar program CSR, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun perekonomian yang berkelanjutan.

Bagi para petani Wonosalam, perjalanan menuju swasembada bukan hanya soal meningkatkan hasil panen, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih cerah. Dengan dukungan teknologi dan semangat kerja keras, Wonosalam siap membawa kopi lokal dari Jombang ke dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.