Dark/Light Mode

Mine Tour PT Freeport Indonesia (3)

Menengok Ruang Operasi Tambang Jarak Jauh Yang Mirip Game Zone

Sabtu, 14 Desember 2024 13:57 WIB
Vice President (VP) Underground Engineering PT Freeport Indonesia Anton Priatna (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)
Vice President (VP) Underground Engineering PT Freeport Indonesia Anton Priatna (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah 1 jam berada di Bunaken Overlook-Grasberg, kami menuju Kantor Tambang Bawah Tanah, Office Building (OB) 4, Mile Post 72 untuk makan siang bersama. Naik Toyota Land Cruiser 70 Series. Kembali melewati jalan berliku dan berbatu. 

Beres urusan perut, kami meninjau UG Remote Operations Control Room atau ruang kontrol jarak jauh operasi tambang bawah tanah di OB 4 Mile Post 72.

Di ruang operator itu, kami menyaksikan para operator mengangkut material yang berada di tambang bawah tanah, dari jarak jauh: 8 km.

Ruang operator tersebut mirip Game Zone. Satu operator bekerja di hadapan beberapa layar monitor, lengkap dengan konsolnya. Mereka tampak serius mencermati layar di hadapannya, dalam shift kerja berdurasi 12 jam sehari.

Vice President (VP) Underground Engineering PTFI Anton Priatna mengatakan, sistem pengangkutan material dari jarak jauh dengan sistem remote control (Minegem) ini dilakukan untuk memitigasi risiko kecelakaan di area tambang bawah tanah. Seperti runtuhnya terowongan, paparan gas beracun, hingga kebakaran.
Serta tantangan operasional semisal lumpur basah dan aktivitas seismik. 

Baca juga : Melihat Eksotisnya Area Tambang Grasberg, Ada Singing Dog Wara-Wiri

“70 persen ore (bijih tambang) yang kita hasilkan di Freeport, diperoleh dari sistem remote,” kata Anton kepada media di ruang kontrol PTFI, Mimika, Papua Tengah, beberapa waktu lalu.

 


Bijih tambang yang berhasil diambil dari perut bumi itu kemudian diangkut dengan menggunakan sistem kereta listrik bawah tanah. Lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon.

Anton menjelaskan, mayoritas operator Minegem bukanlah insinyur pertambangan. Atau khusus pekerja tambang.

"Mereka adalah karyawan yang kita training selama 200 jam, kurang lebih 3-4 bulan. Berasal dari background pendidikan yang berbeda-beda," papar Anton.

Didominasi Wanita

Baca juga : Mau Ke Lokasi Tambang Grasberg? Kudu Lolos Pemeriksaan Tekanan Darah

Operator tambang bawah tanah PTFI  didominasi oleh wanita. Jumlahnya mencakup 40 persen. Mengapa wanita mendominasi jenis pekerjaan ini? 

"Karena wanita lebih cermat, telaten, multitasking dan sedikit merokok. Loading tambang jarak jauh ini membutuhkan konsentrasi atau fokus yang lebih kuat dibanding operasi secara manual. Feeling-nya juga harus kuat," papar Anton.

Dikembangkan Sendiri

Sistem loading tambang jarak jauh yang dikembangkan sejak 2018, dirancang sendiri oleh PTFI, dengan menggandeng Caterpillar dan Trakindo Utama.

"Awalnya, kami hanya menjalankan 2-3 loader. Sekarang sudah 34 loader hanya untuk Grasberg Block Cave (GBC)," ujar Anton.

Dengan izin usaha sampai 2041, bahkan bila diperpanjang dapat lebih lama lagi, Anton optimistis, PTFI bisa menciptakan beragam inovasi teknologi di area tambang bawah tanah.

Baca juga : Prediksi Bahrain Vs Indonesia Hingga Jadwal Tayang Jam Berapa Dan Di TV Mana?

"Kami mengubah tiga paradigma. Pertama, menambang tak lagi menjadi kegiatan kotor. Kedua, pekerjaan tambang bukan hanya untuk laki-laki. Ketiga, pekerjaan di sektor tambang adalah milik berbagai latar belakang pendidikan. Bukan hanya lulusan pertambangan," urainya.

Masa Depan

PTFI fokus pada lima area tambang bawah tanah sebagai proyek masa depan, setelah penambangan terbuka (open pit) ditutup pada akhir 2019.

Salah satu cadangan tambang bawah tanah yang besar milik PTFI adalah Grasberg Block Cave (GBC), yang lokasinya  persis di bawah open pit Grasberg.

Ada pula blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang sudah mulai dikembangkan sejak 2016 dan diproyeksikan baru akan selesai produksi pada 2040.

Selain itu, juga ada area cadangan tambang bawah tanah Kucing Liar. Area yang baru digarap pada 2024 ini memiliki masa produksi hingga 2053.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.