Dark/Light Mode

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Wamenkop Luncurkan Koperasi Kaum Syarikat Islam

Minggu, 15 Desember 2024 16:08 WIB
Wamenkop Ferry Juliantono (tengah barisan depan) seusai meresmikan Koperasi Kaum Syarikat Islam Kaltim, di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah Syarikat Islam Kaltim, di Kota Samarinda, Minggu (15/12/2024). (Foto: Dok. Kemenkop)
Wamenkop Ferry Juliantono (tengah barisan depan) seusai meresmikan Koperasi Kaum Syarikat Islam Kaltim, di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah Syarikat Islam Kaltim, di Kota Samarinda, Minggu (15/12/2024). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono secara resmi meresmikan keberadaan Koperasi Kaum Syarikat Islam Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan harapan mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat, khususnya di kalangan masyarakat kelas bawah.

"Tidak bisa dipisahkan antara keberadaan Syarikat Islam dengan koperasi," ucap Ferry, saat meresmikan Koperasi Kaum Syarikat Islam Kaltim, di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah Syarikat Islam Kaltim, di Kota Samarinda, Minggu (15/12/2024).

Ferry menambahkan, hubungan antara Syarikat Islam, ekonomi syariah, dan koperasi, sangat erat kaitannya, karena menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat yang akan menciptakan landasan yang kuat untuk pembangunan ekonomi.

"Itu tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan yang berkeadilan dan berkelanjutan," ucap Ferry.

Terlebih lagi, lanjut Ferry, kongres koperasi pertama digaungkan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang kala itu Syarikat Islam tengah dalam zaman keemasannya, semua pedagang merupakan bagian Syarikat Islam.

Baca juga : Dukung Investasi Aman, Danamon Luncurkan Reksa Dana ETF - Power Fund Series

"Jadi, dalam perjalanannya, tidak bisa terpisahkan antara koperasi dengan Syarikat Islam," ungkap Ferry.

Ia berharap pendirian koperasi itu bisa memanfaatkan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di Kaltim. Diantaranya, memanfaatkan lahan eks tambang untuk kegiatan pertanian, khususnya tanaman pangan, holtikulturan, peternakan, perikanan, dan sebagainya.

"Kemenkop akan terus mendampingi, menginkubasi bisnisnya, hingga membantu permodalannya melalui LPDB KUMKM,"ujar Ferry

Ke depannya, Koperasi Kaum Syarikat Islam diharapkan turut serta berperan mendukung dan menyukseskan program-program yang telah disusun pemerintah.

"Keberhasilan setiap program sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah dengan Gerakan Koperasi, termasuk organisasi masyarakat akan menciptakan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ferry.

Baca juga : Tingkatkan Perlindungan Konsumen, BI Dan OJK Luncurkan Geber PK 2025

Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyambut baik hadirnya Koperasi Kaum Syarikat Islam Kaltim dengan memberikan tantangan agar koperasi bisa mengolah potensi lahan yang ada di Kaltim hingga bisa menghasilkan nilai keekonomian bagi masyarakat.

"Ada ribuan lahan eks tambang yang terbengkalai begitu saja. Silakan dimanfaatkan dan dikembangkan koperasi Syarikat Islam, terutama untuk memperkuat sektor pertanian kita," ungkap Akmal Malik.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyebutkan bahwa sejatinya Syarikat Islam (SI) itu adalah gerakan dakwah ekonomi yang menjadi fokus gerakan masa sekarang.

"Kita sudah mulai ini sejak 2015, dan momentum sekarang sangat bagus karena pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengutamakan kemajuan ekonomi rakyat," kata Hamdan.

Bagi Hamdan, ekonomi rakyat itu lembaga hukumnya adalah koperasi. "Jadi, gerakan SI adalah gerakan menggerakkan rakyat untuk membangun semangat berusaha dan meningkatkan derajat ekonomi rakyat," kata Hamdan.

Baca juga : Pilkada Usai, GMKI Jakarta Ajak Kolaborasi Bangun Indonesia

Menurut Hamdan, SI memiliki dasar dengan ciri dan azas yang menaunginya selama ini. Pertama, ciri dan azas Islam dengan segala ajaran yang terkandung di dalamnya. Kedua, organisasi sosialis kerakyatan. Dasar ketiga adalah kebangsaan dan nasionalisme Indonesia.

"Orientasi gerakan SI saat ini adalah dakwah ekonomi, disamping dakwah Islam sebagai pondasinya. Memang sudah seharusnya begitu," ucap Hamdan.

Terlebih lagi, lanjut Hamdan, nature SI adalah syarikat dagang. "Kita harus kembali ke gerakan ekonomi rakyat di bawah yang sosialis itu. Dan itu merupakan Gerakan Koperasi," ujarnya.

Dulu, lanjut Hamdan, setiap Tjokroaminoto berkunjung ke daerah-daerah selalu bertanya apakah sudah mendirikan koperasi atau belum. Atau, koperasinya sudah berjalan atau belum.

"Nah, sosok Tjokroaminoto itu sekarang ada dalam diri Wamenkop kita," ungkap Hamdan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.