Dark/Light Mode

5 Keluarga Palestina Gugat Deplu AS

Stop! Bantuan Dana Dan Senjata Ke Israel

Kamis, 19 Desember 2024 06:20 WIB
Warga Palestina menunggu pembagian makanan di selatan Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Foto: AFP via NSTtan
Warga Palestina menunggu pembagian makanan di selatan Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Foto: AFP via NSTtan

 Sebelumnya 
Penggugat utama dalam kasus ini, seorang guru di Gaza yang disebut dengan nama samaran Amal Gaza, mengaku telah dipindahkan secara paksa sebanyak tujuh kali sejak perang dimulai. Dia juga mengatakan, 20 anggota keluarganya tewas dalam serangan Israel.

“Penderitaan dan kehilangan kami sangat tidak terbayangkan. Semua nestapa ini tidak akan terjadi jika AS berhenti memberi bantuan militer kepada Israel,” tegas Amal Gaza dikutip Al Jazeera, Rabu (18/12/2024).

Sebuah organisasi nirlaba AS yang mengkampanyekan demokrasi dan HAM di dunia Arab, DAWN, mendukung pihak penuntut.

Baca juga : Geledah Disbud Jakarta, Kejati Temukan Ratusan Stempel Palsu

“Kami meminta Pemerintah AS mematuhi hukum tanpa memberikan pengecualian pada siapapun,” ujar Direktur Advokasi di DAWNRaed Jarrar.

Meski sudah banyak bukti nyata pelanggaran HAM yang dilakukan pasukan Israel di Jalur Gaza, penyiksaan, pembunuhan di luar proses hukum, penghilangan paksa dan pemerkosaan, Pemerintah AS tetap mencairkan dana bantuan militer untuk Israel.

Selama berbulan-bulan, para pengacara dan aktivis HAM mendesak pemerintahan Presiden AS Joe Biden membatasi bantuan kepada militer Israel di tengah banyaknya laporan pelanggaran terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Baca juga : Jatuh Ke Dunia Hitam Demi Bertahan Hidup

Kelompok HAM juga telah mendokumentasikan penggu­naan senjata buatan AS oleh Israel dalam beberapa serangan mematikan di Gaza. Termasuk serangan tanpa pandang bulu yang menewaskan puluhan warga sipil Palestina.

Warga Palestina di Tepi Barat mengalami lonjakan kekerasan militer dan pemukim Israel yang mematikan sejak perang Gaza dimulai. Kantor kemanusiaan PBB melaporkan bahwa 77.000 warga Palestina terbunuh sejak 7 Oktober 2023 hingga akhir November 2024. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 19 Desember 2024 dengan judul "5 Keluarga Palestina Gugat Deplu AS, Stop! Bantuan Dana Dan Senjata Ke Israel"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.