Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KAI Luncurkan Fitur Carbon Footprint, Solusi Transportasi Ramah Lingkungan
Selasa, 24 Desember 2024 15:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berkomitmen menyediakan modal transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Sebagai langkah nyata, KAI meluncurkan fitur terbaru bernama 'Carbon Footprint' yang dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.
Peresmian fitur ini berlangsung di Stasiun Gambir, Senin (23/12/2024), yang dihadiri Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi KAI Group, dan stakeholder KAI lainnya.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengapresiasi inovasi terbaru KAI yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Dia bilang, Fitur Carbon Footprint merupakan salah satu terobosan penting dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi di Indonesia.
"Langkah ini mencerminkan komitmen KAI untuk terus menghadirkan solusi transportasi yang inovatif dan ramah lingkungan," ujar Kartika di Gambir, Jakarta, Senin (24/12/2024).
Kartika juga menambahkan, KAI terus menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti kereta Whoosh, LRT Jabodebek, dan layanan kereta kompartemen yang memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.
"Berbagai inovasi ini menunjukkan bahwa KAI tidak hanya fokus pada keberlanjutan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan untuk masyarakat luas," imbuhnya.
Baca juga : BI Luncurkan 3 Layanan Baru BI FAST, Transaksi Lebih Mudah Dan Efisien
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyampaikan bahwa fitur Carbon Footprint merupakan inovasi yang mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam layanan transportasi.
Dia menegaskan, terobosan ini merupakan prioritas utama KAI menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Melalui fitur tersebut, pihaknya menegaskan bahwa kereta api tidak hanya menjadi solusi transportasi yang efisien tetapi juga ramah lingkungan.
"Inovasi ini adalah langkah nyata KAI untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan dan Net Zero Emisi," tegas Didiek.
Selain itu, KAI terus memperkuat komitmen untuk penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia dengan mengikuti ESG S&P Global. Pada 18 Desember 2024, KAI mendapat skor 41.
Itu menunjukkan pencapaian yang sangat baik serta kompetitif. Dengan capaian skor sebesar 41 tersebut, KAI termasuk dalam 20 persen teratas sektor Transportasi dan Infrastruktur Transportasi di tingkat global.
Keberhasilan ini mencerminkan keseriusan dan dedikasi KAI dalam memulai perjalanan keberlanjutan di tahun pertama proses penilaian ESG.
"Skor ini juga menjadi dasar yang kuat bagi KAI untuk terus memperbaiki kinerja ESG, membangun reputasi sebagai perusahaan transportasi massal yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada target keberlanjutan global,” ujar Didiek.
Baca juga : Erick Dan Menhub Jamin Harga Tiket Transportasi Tidak Naik Selama Libur Nataru
Fitur Carbon Footprint kini telah tersedia pada versi terbaru aplikasi Access by KAI (versi 6.9.11) yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. Fitur ini memberikan estimasi emisi karbon setiap perjalanan yang dilakukan pelanggan.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan fitur ini memberikan edukasi nyata bahwa kereta api adalah moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan moda lain seperti mobil pribadi.
"Dengan fitur ini, pelanggan dapat memahami dampak positif dari penggunaan kereta api dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini diharapkan mendorong kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi yang lebih berkelanjutan," jelas Anne.
Anne menambahkan bahwa fitur Carbon Footprint juga menjadi alat transparansi. Pihaknya ingin memastikan bahwa pelanggan memahami kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan.
"Fitur ini sekaligus menjadi referensi untuk program loyalitas pelanggan dan perhitungan emisi perjalanan dengan kereta api," jelasnya.
Ia mencontohkan, emisi karbon perjalanan menggunakan KA Probowangi dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Ketapang adalah sebesar 2,94 kg CO₂e.
Sementara itu, perjalanan dengan mobil pribadi di rute yang sama menghasilkan emisi karbon sebesar 8,79 kg CO₂e, hampir tiga kali lipat lebih besar. Perhitungan emisi karbon pada fitur Carbon Footprint mengacu pada regulasi nasional seperti SNI ISO 14064-1:2018, serta pedoman internasional seperti Kyoto Protocol dan GHG Protocol.
Validasi dilakukan melalui studi literatur, benchmarking, dan konsultasi dengan ahli transportasi, konsultan carbon accounting, serta lembaga pemerintah terkait. Anne menegaskan, inovasi fitur Carbon Footprint ini melengkapi berbagai langkah KAI dalam mendukung keberlanjutan.
Sebelumnya, KAI telah menghadirkan teknologi face recognition untuk mengurangi sampah kertas dan menyediakan water station.
"Itu untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai serta penggunaan alat makan berbahan kayu pada layanan makan di atas kereta," ujar Anne.
Ia menekankan terobosan tersebut ini adalah salah satu wujud nyata KAI dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission.
"Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke kereta api, menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik," tutup Anne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya