Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Riset FEB Universitas Brawijaya
Kolaborasi Hilirisasi di Gresik Dan Masyarakat Lokal Terbukti Menguntungkan
Senin, 6 Januari 2025 20:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penelitian terbaru Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang menyoroti Kabupaten Gresik di Jawa Timur, sebagai pusat pertumbuhan hilirisasi mineral yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam riset bertajuk ”Laporan Akhir Membangun Kemitraan Antara Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Perusahaan untuk Optimalisasi Manfaat Hilirisasi” itu, peneliti utama Hendi Subandi menegaskan, PT Freeport Indonesia (PTFI) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kolaborasi yang saling menguntungkan dengan masyarakat lokal.
”Dengan melibatkan pemerintah desa dan pelaku UMKM, PTFI tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi,”papar Hendi melalui keterangan tertulis, Senin (6/1/2025).
Hendi membeberkan, PTFI telah membuka peluang kerja bagi masyarakat Gresik melalui forum komunikasi "Rembuk Akur," yang melibatkan pemerintah desa dari sembilan desa Ring 1.
Forum ini memfasilitasi perekrutan tenaga kerja lokal, menjembatani kebutuhan perusahaan dengan potensi sumber daya manusia setempat.
Baca juga : Riset FEB UB: Kemitraan, Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia
Upaya tersebut berhasil menarik 2.000 pelamar lokal, meski sebagian besar masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar keterampilan yang dibutuhkan.
Riset tersebut juga mengungkap, PTFI memberikan prioritas kepada pelaku UMKM dan IKM lokal dalam berbagai sektor. Seperti konstruksi, catering, keamanan, dan pengelolaan limbah konstruksi.
”UMKM lokal juga diberdayakan untuk menyediakan kebutuhan logistik perusahaan, seperti seragam batik khas Gresik untuk karyawan PT FI,” kata Hendi.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya model kemitraan hexahelix dalam mendukung keberhasilan hilirisasi.
Model ini mengkolaborasikan enam aktor utama: perusahaan hilirisasi, pemerintah daerah, LSM, akademisi, masyarakat & UMKM, serta media.
Baca juga : Program Genting Bakal Turunkan Angka Stunting
Melalui pendekatan hexahelix, berbagai tantangan dapat diatasi dengan lebih efektif. Pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung, akademisi menyusun kurikulum pelatihan keterampilan, media mempromosikan keberhasilan program, dan LSM memfasilitasi dialog antara perusahaan dan masyarakat lokal.
Sinergi ini memastikan keberlanjutan operasional perusahaan, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menemukan bukti, hilirisasi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat lokal,” jelas Hendi.
Hendi dan tim juga merekomendasikan langkah strategis lainnya, yang mencakup pendanaan Sentra IKM Songkok Kemuteran dan Sentra IKM Mesin Logam Pelemwatu Menganti. Hal ini menciptakan peluang lebih besar bagi UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok industri smelter.
Berbagai langkah strategis diharapkan kian memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, menciptakan ekosistem industri yang inklusif.
Baca juga : Berantas Narkoba, Kapolri Bakal Berikan Hukuman Maksimal Untuk Bandar
Penelitian tersebut juga merekomendasikan penguatan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat lokal, untuk memenuhi kebutuhan industri.
PTFI juga memanfaatkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE sebagai pusat inovasi untuk memberdayakan UMKM lokal, memastikan mereka dapat bersaing dalam rantai pasok industri besar.
“Kami melihat potensi besar UMKM lokal. Mereka membutuhkan dukungan, agar dapat memenuhi standar perusahaan besar seperti PTFI,” sebut Hendi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya