Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laik Terbang Tapi Beda Teknologi Dengan Boeing
Garuda Butuh Adaptasi Gunakan Pesawat China
Sabtu, 11 Januari 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
“Sayangnya, pesawat kerap dinilai sebagai barang atau angkutan mewah,” keluh Gatot.
Apalagi kehadiran pesawat sangat penting untuk konektivitas wilayah-wilayah yang tak terjangkau angkutan darat dan laut.
Makanya, sambung Gatot, harus terus didorong agar tiket pesawat tidak lagi dikenakan pajak.
Baca juga : Please, Pembangunan JPO Diperbanyak Dong
“Ketentuan harga batas atas dan bawah pesawat kan tidak berubah sejak 2019. Artinya, tiket pesawat itu bisa murah, kalau tidak ada biaya-biaya lain yang dikenakan,” sambungnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Pandjaitan menyampaikan, masih ada proses yang panjang untuk memastikan pembelian pesawat buatan COMAC.
“Ini masih dalam kajian kami. Kalau komunikasi sudah dimulai. Namun kalau sampai betul-betul pesawatnya kita operasikan, itu prosesnya panjang sekali,” kata Wamildan di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Baca juga : Manchester City Vs Salford City, The Citizens Diuji Tim Strata Empat
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui, jumlah pesawat saat ini tidak cukup melayani seluruh masyarakat.
“Indonesia memerlukan 750 pesawat, saat ini baru ada 400-an. Memang kurang, makanya Dirut (Direktur Utama) Garuda, Pelita, dan Citilink, berusaha menambah pesawat,” terang Erick di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menangkap peluang di sektor penerbangan, yang jumlah penumpangnya diramal naik dari 56 juta orang ke 90 juta orang tahun ini.
Baca juga : Cetak 33 Poin Di Laga Liga Voli Putri Korea, Megatron Terus Menyala
Sebagai informasi, COMAC adalah perusahaan milik Pemerintah China. Dikutip dari situs resmi COMAC, perusahaan tersebut telah memproduksi tiga tipe pesawat. Yakni C909 yang merupakan pesawat jarak pendek-menengah (short-medium range), C919 pesawat jet pertama yang dikembangkan China secara independen dan C929 pesawat jet jarak jauh berbadan besar (long-range widebody). IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 11 Januari 2025 dengan judul "Laik Terbang Tapi Beda Teknologi Dengan Boeing, Garuda Butuh Adaptasi Gunakan Pesawat China"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya