Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Erick Kasih Sinyal Dukung IPO
Mind ID Didorong Jadi World Class Company
Sabtu, 18 Januari 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Holding BUMN Industri Pertambangan Indonesia (Mind ID) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, merupakan keputusan tepat. Hal itu sejalan dengan program hilirisasi Pemerintah.
Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi yakin, di tengah kondisi perekonomian baik global maupun domestik, perusahaan yang ingin melantai di bursa saham, pasti akan melakukan serangkaian kajian terlebih dahulu.
Begitu pula dengan Holding BUMN Industri Pertambangan Indonesia (Mind ID) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), yang dikabarkan tengah bersiap menggelar IPO.
“Mereka pasti sudah melakukan kajian, kapan waktu yang tepat. Dan dalam kondisi apa atau bagaimana kinerja perusahaannya,” kata Fahmy kepada Rakyat Merdeka, Jumat (17/2/2025).
Apalagi Pemerintah juga memiliki program hilirisasi, termasuk untuk sektor pertambangan. Karenanya, lanjut Fahmi, untuk mendukung program itu, tentunya Mind ID memerlukan dana segar untuk menjalankan proses bisnisnya. Mengingat dana yang dibutuhkan tak sedikit, termasuk yang terkait teknologi.
Fahmy berpesan, yang terpenting saat perusahaan menawarkan atau melepas sahamnya di pasar modal, kepemilikan terbanyak tetap dipegang BUMN tersebut.
Pasalnya, hilirisasi yang dijalankan Mind ID beserta anggota holding-nya sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.
Baca juga : Kabinet Netanyahu Mengulur-ulur Waktu
“Jadi, BUMN tetap dapat dana segar, tapi pengendali saham mayoritasnya tetap di BUMN,” katanya.
Sebagai informasi, anggota holding adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik, jika BUMN berbondong-bondong menyatakan niatnya melantai di pasar modal.
“Semakin banyak yang ke bursa, semakin bagus,” ujar Erick seusai acara “BNIdirect Appreciation Night”, di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Namun Erick tidak membeberkan, kapan waktu yang tepat bagi BUMN untuk melaksanakan IPO. Dia juga mendukung rencana IPO oleh Mind ID dan Inalum.
Menurut Erick, kedua perusahaan tersebut sudah melakukan konsolidasi dan keduanya mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kian sangat baik.
Karena itu, pihaknya mendukung rencana IPO, karena Mind ID dengan seluruh anak perusahaan sudah mulai konsolidasi.
Baca juga : Zulhas: Tubuh Sehat, Otaknya Juga Cerdas
“Kami lihat juga track-nya bagaimana, tingkat kesehatannya makin baik, revenue makin baik, profit makin baik,” ujar Erick yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.
Belum lama ini Erick mengungkapkan, kinerja positif Mind ID tercermin dari dividen yang disetorkan ke negara sebanyak 7,4 triliun pada 2023 dan pada tahun 2024 mencapai Rp 11,2 triliun
“Kita bisa lihat dividennya. Tahun depan, kalau tidak salah bisa di belasan (triliun). Ini konsolidasi ya,” jelas Erick di Jakarta. Kamis (9/1/2025).
Menurut Erick, kinerja perusahaan secara konsolidasi diyakini sangat kuat dan baik.
“Kami akan dorong Mind ID jadi world class company, karena partner-partner-nya juga sudah world class. Ada Vale, ada Freeport,” sambungnya.
Meski demikian, pihaknya belum bisa memberi kepastian waktu IPO kedua perusahaan pelat merah tersebut.
“Tergantung manajemen, kapan mereka siap,” katanya.
Baca juga : Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang
Sementara Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Mind ID Dilo Seno Widagdo menjelaskan, rencana IPO Inalum bertujuan untuk unlocking value perusahaan.
Namun, persiapan menuju IPO masih memerlukan beberapa langkah strategis.
“Equity story-nya harus dibenahi dulu,” kata Dilo, di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Menurut Dilo, langkah-langkah ini direncanakan rampung pada 2025, sehingga dapat memperkuat equity story Inalum sebelum IPO.
Dengan rencana tersebut, ia berharap, pelaksanaan IPO tidak hanya memberikan suntikan dana segar bagi Mind ID.
“Tetapi, juga meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat global,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya