Dark/Light Mode

Digitalisasi Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Hingga Pelosok Negeri

Selasa, 21 Januari 2025 17:05 WIB
Sistem digitalisasi untuk memonitor aktivitas operasional dan sumber daya manusia juga diterapkan di Lapangan Migas Pertamina di Sukowati, Bojonegoro. (Foto: Ist)
Sistem digitalisasi untuk memonitor aktivitas operasional dan sumber daya manusia juga diterapkan di Lapangan Migas Pertamina di Sukowati, Bojonegoro. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Digitalisasi yang dijalankan PT Pertamina (Persero) di seluruh lini bisnis telah memperkuat ketahanan energi hingga pelosok negeri. 

Salah satu implementasi digitalisasi Pertamina terletak pada Pertamina Digital Hub, atau yang sebelumnya disebut ‘Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center’ (PIEDCC). Pada satu area Digital Hub ini, seluruh proses penyediaan energi dari hulu hingga hilir secara efektif dan real-time dapat termonitor.

Kinerja Pertamina Digital Hub terbukti efektif. Terasa dalam penyediaan energi saat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dimana Pertamina harus melayani lonjakan kebutuhan masyarakat Indonesia baik untuk berkendara maupun menyediakan energi untuk berbagai aktivitas lainnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga: Kehadiran Pekerja Di KPK Hanya Sebagai Saksi

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Pertamina Digital Hub merupakan bagian penting dalam transformasi digitalisasi Pertamina sehingga bisa memastikan ketersediaan energi termasuk BBM Subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini juga merupakan peran Pertamina terhadap pencapaian swasembada energi sesuai Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo Subianto, serta agenda Kementerian BUMN dalam Program 100 Hari Kerja. 

“Semua proses bisnis terlihat sehingga operasionalnya selalu terjaga. Bahkan pada sisi distribusi, kami dapat mengolah sekitar 15 juta data transaksi BBM subsidi per hari dan dengan digitalisasi maka pengolahan data bisa tepat sasaran,” jelas Fadjar. 

Dengan pengelolaan bisnis yang lebih efisien, Fadjar menambahkan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam mendorong tercapainya swasembada energi secara nasional. Terlebih, infrastruktur distribusi Pertamina berada di seluruh Indonesia hingga ke pelosok wilayah mencapai lebih dari 15.000 titik, seperti terminal BBM, LPG dan Avtur, jaringan penjualan BBM dan LPG seperti SPBU, Agen dan Pangkalan LPG, hingga titik distribusi terjauh yakni BBM Satu Harga, Pertashop, maupun One Village One Outlet (OVOO) sebagai outlet penjual LPG di setiap desa. 

Baca juga : Komunikasi Efektif Pengaruhi Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Prabowo-Gibran

“Pertamina memiliki sistem distribusi, jaringan infrastruktur dan teknologi di seluruh wilayah Indonesia yang semuanya dikendalikan secara digital. Dengan implementasi digital, kami senantiasa dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan lebih cepat dan tepat,” ucap Fadjar.

Dia menambahkan, digitalisasi Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi tetapi sekaligus mendukung efisiensi. Efisiensi ini diperoleh melalui berbagai inisiatif baik digitalisasi, penghematan biaya, pengelolaan anggaran yang lebih efektif, dan penciptaan pendapatan tambahan.

"Efisiensi berperan penting dalam mendukung efektivitas operasional, kinerja positif perusahaan serta mewujudkan Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia,” tandas Fadjar.

Baca juga : Capaian 100 Hari Kerja, Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Dengan 16 Kementerian

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.