Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Erick Pacu Penyediaan 3 Juta Rumah Oleh BTN Berkonsep TOD
Kamis, 23 Januari 2025 12:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terhadap PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, yang menjadi kendaraan untuk pendanaan pembangunan dan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Program 3 Juta Rumah terus dilakukan.
Terutama, dalam program 3 juta rumah tersebut, Erick berfokus agar BTN menyediakan rumah melalui penyediaan tipe hunian Transit Oriented Development (TOD), atau hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum.
Erick bilang, pembangunan TOD juga akan diperluas ke kawasan bandara.
“Kami melihat perumahan mesti dekat dengan transportasi publik, selain itu ini juga sesuai dengan lahan yang kami punya yakni pipih dan cocok untuk konsep tinggi,” jelas Erick dalam keterangan resmi, Kamis (23/1/2025).
Baca juga : Sentul City Hadirkan Klaster Arcadia, Hunian Rp 500 Jutaan Berkonsep Eco City
Erick menambahkan, melanjutkan hunian TOD yang diusung BUMN memiliki sekitar 800-1.200 unit hunian.
Untuk memiliki hunian di TOD tersebut, pemerintah melalui BTN memberikan dua skema yakni 60 persen, menggunakan KPR Non-Subsidi dan 40 persen dengan KPR Subsidi.
Dengan fokus pada penyediaan TOD, Erick menuturkan konsep tersebut akan menjamin ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan listrik.
“Kami juga tidak mau terjebak di landed houese karena 70 persen wilayah Indonesia merupakan laut.
Baca juga : Menteri Ara Dorong Pengembang Bangun Rumah Subsidi Dekat Transportasi Umum
Kemudian dalam 30 persen kawasan darat itu merupakan kawasan pertanian, industri, sehingga mapping peta pertanahan ini harus benar-benar akurat,” katanya.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan, konsep TOD menjadi opsi yang akan menarik masyarakat urban berpenghasilan tanggung. Yakni, sekitar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per bulan, yang selama ini sulit untuk membeli rumah di pusat kota karena harga yang terlalu tinggi.
Menurutnya, solusi dari keterbatasan lahan untuk penyediaan hunian dengan harga terjangkau di daerah perkotaan adalah memanfaatkan lahan milik pemerintah, negara, dan BUMN untuk membangun apartemen dengan konsep TOD.
“Ini merupakan bentuk sinergi BUMN yang paling nyata dalam program 3 juta rumah,” ucap Nixon.
Baca juga : Ketemu Menteri Maruarar, Kapolri Dukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah
Konsep TOD telah menjadi tren yang diminati di berbagai kota besar di dunia karena sifatnya yang efisien dalam hal penggunaan lahan dan mengurangi kemacetan lalu-lintas melalui penggunaan transportasi umum.
Dalam konsep TOD yang diusulkan BTN, pembangunan hunian vertikal atau apartemen dapat dilakukan PT Perumnas (Persero) di atas lahan stasiun kereta milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) atau lahan-lahan Pemerintah Daerah seperti PD Pasar Jaya.
Menurut Nixon, harga jual apartemen TOD akan terjangkau oleh masyarakat urban melalui KPR dengan tenor 25-30 tahun. Di Jakarta, contohnya, ada lebih dari 140 lokasi PD Pasar Jaya.
“Kalau mau kami bangun, berarti ada 140 tower. Kemudian juga ada lahan kereta api di Manggarai dan sebagainya. Jadi, banyak sebenarnya yang bisa dioptimalkan untuk perumahan kelompok urban,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya