Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Gas Industri Murah Naik Jadi 6,5 Dolar AS, Ini Kata Kemenperin
Kamis, 30 Januari 2025 16:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melanjutkan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Meski begitu, harganya naik 0,5 dolar AS per MMBTU dari 6 dolar AS menjadi 6,5 dolar AS.
Jubir Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, kalau naiknya sedikit industri tidak berpengaruh. Menurut dia, yang dibutuhkan industri adalah stabilitas pasokan harga gas.
Baca juga : AS Roma Vs Eintracht Frankfurt, Pertahanan Jadi Kata Kunci
“Yang penting pasokan lancar,” katanya saat jumpa pers Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Menurut dia, yang selama ini dikeluhkan industri penerima HGBT adalah pada jam-jam tertentu harga gas lebih mahal.
Baca juga : Dunia Harap-harap Cemas
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan HGBT tidak lagi sebesar 6 dolar AS per MMBTU. Meski demikian, ia memastikan, penerima HGBT tetap untuk tujuh sektor industri, yaitu industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, dan sarung tangan karet.
Bahlil memperkirakan gas yang dipergunakan untuk energi harganya kurang lebih 7 dolar AS per MMBTU, sementara gas yang dipergunakan untuk bahan baku sekitar 6,5 dolar AS. Terkait industri-industri yang bakal menerima harga gas murah, Bahlil menyebut keputusan soal itu sudah final.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya