Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Nilai Tukar Rupiah di Google Tak Akurat, Netizen Heboh, CISSReC Beri Peringatan
Sabtu, 1 Februari 2025 21:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditampilkan di laman Google pada Sabtu (1/2). Dalam pencarian Google, 1 dolar AS terlihat bernilai Rp 8.170,65, jauh berbeda dari kurs resmi yang dilaporkan oleh berbagai lembaga keuangan.
Keanehan ini pun memicu perdebatan di media sosial, dengan beberapa pengguna menduga bahwa data tersebut berasal dari tahun 2009.
Namun, tim CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) memastikan bahwa angka yang ditampilkan merupakan hasil pembaruan Google per 1 Februari 2025 pukul 09.17 UTC atau 16.17 WIB.
Baca juga : Rupiah Rp 8.170 Di Google Bikin Heboh, BI Buka Suara
Ketua CISSReC Dr Pratama Persadha menilai, ada beberapa kemungkinan penyebab kesalahan ini, termasuk bug dalam sistem Google, kesalahan input dari penyedia data eksternal, atau bahkan gangguan teknis yang menyebabkan data tidak diperbarui dengan benar.
Hasil pengecekan silang dengan situs keuangan terpercaya seperti xe.com menunjukkan bahwa nilai tukar yang sebenarnya adalah sekitar Rp 16.304,69 per dolar AS pada pukul 20.49 WIB.
"Kesalahan informasi ini bisa menimbulkan kepanikan dan salah persepsi di masyarakat, terutama bagi pelaku bisnis dan investor yang mengandalkan data kurs untuk mengambil keputusan finansial," ujar Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima RM.id, Sabtu (1/2/2025).
Baca juga : Wacana Penerapan UN Mencuat, Netizen Heboh
Ia juga mengingatkan bahwa dalam era digital ini, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mendapatkan informasi keuangan.
"Kami menyarankan masyarakat untuk selalu memverifikasi nilai tukar melalui sumber resmi seperti Bank Indonesia, Bloomberg, atau Reuters agar tidak tertipu oleh data yang keliru," tambahnya.
Google sendiri hingga saat ini belum memberikan klarifikasi terkait kesalahan ini.
Baca juga : Takluk Dari Tuan Rumah China, STY Tegaskan Bukan Akhir Dari Segalanya
Namun, CISSReC menegaskan bahwa sebagai penyedia informasi global, Google seharusnya memiliki mekanisme yang lebih cepat dalam mengoreksi kesalahan, agar tidak menyesatkan publik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya