Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penerimaan Negara Melebihi Target
Sektor ESDM Masih Jadi Daya Tarik Bagi Investor
Selasa, 4 Februari 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Investasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalami pertumbuhan signifikan pada 2024 sebesar 32,3 miliar dolar AS atau setara Rp 531,7 triliun. Selain itu, penerimaan negara dari sektor ini juga mencapai Rp 269,6 triliun, melebihi target yang ditetapkan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi 2024 lebih tinggi dibandingkan 2023 yang hanya mencapai 29,9 miliar dolar AS atau Rp 492,2 triliun.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor ESDM masih menjadi daya tarik utama bagi investor dan terus memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Menurut Bahlil, investasi sektor ESDM sepanjang 2024 terdiri atas minyak dan gas (migas) 17,5 miliar dolar AS, mineral dan batubara (minerba) 7,7 miliar dolar AS, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 1,8 miliar dolar AS dan listrik 5,3 miliar dolar AS.
Baca juga : Duh, 5.000 Rumah Tangga Di DKI Nggak Punya Toilet
Dari sisi pendapatan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp 269,6 triliun atau 115 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 234,2 triliun.
“Meski ada penurunan dibandingkan 2023, kita tetap bersyukur karena target masih tercapai,” jelas Bahlil.
Berikut rincian PNBP sektor ESDM 2024, migas Rp 110,9 triliun, minerba Rp 140,5 triliun, EBTKERp 2,8 triliun dan lainnya Rp 15,4 triliun. Kendati begitu, realisasi PNBP 2024 lebih rendah dibandingkan 2023 yang mencapai Rp 299,5 triliun.
Bahlil menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga batubara global, yang berdampak pada sektor minerba.
Baca juga : Liga Primer Inggris, Meriam London Bombardir City
“Pendapatan dari minerba turun dari Rp 172,1 triliun pada 2023 menjadi Rp 140,5 triliun di 2024. Sementara migas juga mengalami penurunan dari Rp 117 triliun menjadi Rp 110,9 triliun,” tambahnya.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menambahkan, Pemerintah terus mendorong investasi melalui proyek hilirisasi. Saat ini, terdapat 50 proyek hilirisasi yang siap ditawarkan kepada investor.
“Ini bagian dari strategi kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia,” ujar Yuliot.
Pemerintah juga tengah mengembangkan strategi untuk memperkuat daya saing produk hilirisasi di pasar internasional.
Baca juga : Kata Pesaing Beratnya, Sinner Masih Yang Terbaik
Kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Eropa, serta skema Free Trade Agreement (FTA) akan dimanfaatkan untuk memperluas pasar ekspor produk hilirisasi Indonesia.
“Hilirisasi adalah prioritas nasional. Kita akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proyek-proyek ini berjalan optimal dan berdampak bagi perekonomian nasional,” pungkas Yuliot.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya