Dark/Light Mode

Srikandi PLN EPI Ajak Perempuan Peduli Kanker dan Deteksi Dini

Kamis, 13 Februari 2025 20:52 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui gugus tugas Srikandi PLN EPI menggelar seminar bertajuk Srikandi Talk: Peduli Kanker Wujudkan Perempuan Sehat dan Produktif.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui gugus tugas Srikandi PLN EPI menggelar seminar bertajuk Srikandi Talk: Peduli Kanker Wujudkan Perempuan Sehat dan Produktif.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia dan Bulan K3 Nasional, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui gugus tugas Srikandi PLN EPI menggelar seminar bertajuk Srikandi Talk: Peduli Kanker Wujudkan Perempuan Sehat dan Produktif.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker guna mencegah risiko yang lebih besar.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat menekankan bahwa kanker tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mempengaruhi produktivitas, kualitas hidup, serta kesejahteraan keluarga.

"Penting untuk meningkatkan kesadaran perempuan dalam pencegahan kanker agar tetap sehat dan produktif. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat, seperti menghindari rokok, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga juga menjadi kunci utama," jelas Dedeng.

Baca juga : Srikandi PLN Indonesia Power Sosialisasikan Bahaya Kanker di Petamburan

Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Faizal Drissa Hasibuan, dokter subspesialis hematologi dan onkologi medik dari RS MRCCC Siloam Semanggi, serta Linda Anjasari, seorang penyintas kanker payudara yang juga merupakan karyawati PLN UPT Bogor.

Dalam pemaparannya, Faizal menegaskan pentingnya mengenali tanda-tanda kanker payudara sejak dini.

"Deteksi dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik payudara, USG payudara, atau mammografi. Bagi perempuan usia produktif, pemeriksaan dianjurkan setiap lima tahun sekali, sedangkan bagi yang berusia lebih tua, sebaiknya dilakukan setahun sekali. Jika ada luka atau benjolan di payudara, segera periksakan ke dokter," ujar Faizal.

Sementara itu, Linda Anjasari berbagi kisah inspiratifnya dalam melawan kanker payudara stadium 4.

Baca juga : Manjakan Pecinta Pedas, Kanzler Luncurkan Bakso Gochujang

Ia menjalani enam kali kemoterapi dan terapi target setiap tiga minggu.

"Setelah menjalani terapi, saya dinyatakan clean, tetapi dokter mengingatkan bahwa ini belum tentu sembuh total. Oleh karena itu, saya tetap melanjutkan terapi target untuk memastikan kesehatan saya terjaga," ungkap Linda.

Linda juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam perjuangannya melawan kanker.

"Mindset saya selalu saya jaga, saya tidak pernah berkecil hati, dan saya bertekad untuk sembuh," tambahnya.

Dukungan untuk Penyintas Kanker

Baca juga : Sidang Senat Pemakzulan Sara Duterte Bakal Digelar Juni

Sebagai bentuk kepedulian terhadap penyintas kanker, acara ini ditutup dengan penggalangan donasi untuk Yayasan Lilin Pelita Kasih di Jakarta Barat.

Hasil donasi akan diserahkan langsung oleh perwakilan Srikandi PLN EPI pada 14 Februari 2025.

Melalui seminar ini, Srikandi PLN EPI berharap semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk lebih peduli terhadap kesehatannya, berani melakukan deteksi dini, serta terus berjuang untuk kesembuhan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.