Dark/Light Mode

Sebagai Instrumen Investasi

Aset Kripto Diramal Akan Dilirik Investor

Selasa, 18 Februari 2025 07:05 WIB
Ilustrasi mata uang Kripto. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi mata uang Kripto. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Di Indonesia, sambung Hasan, adopsi aset kripto terus terjadi dari waktu ke waktu.

Berdasarkan Chainalysis, se­buah firma analisis blockchain Amerika, tahun lalu kembali menempatkan Indonesia di peringkat tinggi dalam Global Crypto Adoption Index, atau naik menjadi peringkat nomor tiga.

Per akhir 2024, berdasarkan data Bappebti, setidaknya ada 22,9 juta akun pengguna di se­luruh platform resmi penyeleng­gara perdagangan kripto.

“Nilai transaksi tahun lalu juga mencatat kenaikan signifi­kan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu menjadi total Rp 650,6 triliun,” sebut Hasan.

Baca juga : DKI Stop Tunjangan Keluarga Pahlawan

Ia menilai, pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan se­makin luasnya kemanfaatan aset kripto oleh masyarakat. Tetapi juga menegaskan, bagaimana peran strategis dan potensi poten­si Indonsia di dalam ekosistem aset keuangan digital global.

Seiring dengan perkembangan itu, pihaknya bersama Pemerin­tah kian progresif menghadirkan dan menyempurnakan regulasi. Ini guna memastikan inovasi aset kripto dapat terus dikem­bangankan secara bertanggung­jawab dan berkelanjutan.

Di antaranya, Pemerintah berkomitmen menciptakan eko­sistem yang lebih inklusif agar aset kripto setelah berpindah ke OJK, tidak hanya sebagai instrumen komoditas yang di­perdagangkan. Tetapi juga dapat berkontribusi terhadap inklusi keuangan, serta akselerasi dari perekonomian digital nasional.

“Aset kripto kami harap­kan berpotensi memperkuat pertumbuhan dan pendalaman pasar keuangan Indonesia,” tutur Hasan.

Baca juga : Bayern Munchen Vs Glasgow Celtic, Misi Amankan Tiket 16 Besar

Sebelumnya, Tokocrypto men­catat lonjakan transaksi hingga tiga kali lipat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tokocrypto mencatat sekitar 25 persen atau Rp 160 triliun dari nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2024, yang mencapai Rp 650,61 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, capaian itu men­jadikannya sebagai pemimpin pasar dengan pertumbuhan profitabilitas yang luar biasa.

Calvin bilang, industri aset kripto terus berkembang dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Baca juga : Tenis Qatar Open 2025, Djoker Incar Gelar Ke-100

“Kami telah membuktikan diri, sebagai salah satu exchange terdepan di Indonesia, yang berhasil meraih profitabilitas,” ujar Calvin, dalam acara Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2025, di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Ia pun optimistis, terhadap per­tumbuhan industri ini pada 2025.Dan menargetkan peningkatan transaksi hingga tiga kali lipat lagi, seiring dengan tren bull market yang masih berlanjut.

Pihaknya memiliki lebih dari 4 juta pengguna terdaftar, dengan rata-rata volume transaksi sekitar 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 4,8 triliun per bulan sepanjang semester II-2024.

“Kami akan memberikan pengalaman investasi yang lebih aman, praktis dan sesuai kebutuhan pengguna,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.