Dark/Light Mode

Jumlah Pengguna Kendaraan Listrik Naik

Pembangunan 63.000 Unit SPKLU Digeber

Rabu, 19 Februari 2025 04:00 WIB
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan populasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) bakal mencapai 943 ribu unit pada 2030. Untuk mengakomodasi kebutuhan pengisian daya, target pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ditetapkan 63 ribu unit di berbagai lokasi strategis.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengatakan, pengembangan SPKLU tidak hanya mengandalkan PT PLN (Persero), tetapi juga melibatkan berbagai badan usaha.

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, Indonesia berpotensi menghemat 66 ribu barel BBM per hari dan menurun­kan emisi karbon hingga 1 juta ton CO per tahun,” ujar Jisman dalam acara Coffee Morning Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik), Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 24 Tahun 2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk KBLBB Tahun 2025-2030.

Regulasi ini mendorong pembangunan SPKLU di berbagai lokasi strategis. Seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, industri, rest area, jalan tol, SPBU, tempat wisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel, pelabuhan dan lainnya.

Baca juga : Ajukan Praperadilan Lagi, Hasto Belum Nyerah

“Sebaran SPKLU akan menggunakan teknologi pengisian berupa medium charger, fast charger, dan ultra fast charger sesuai lokasi,” ungkapnya.

Pemerintah juga mengatur klasifikasi wilayah padat dan non-padat KBLBB agar pembangunan SPKLU tidak terpusat hanya di kota besar.

“Kami minta SPKLU di­bangun di luar kota. Mungkin tidak komersial, yang penting secara internal rate of return (IRR) bisa tertutupi,” kata Jisman.

Direktur Pembinaan Pe­ngusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Havidh Nazif menambahkan, proyeksi pembangunan SPKLU hingga 2025 harus mencapai 5.810 stasiun dengan rasio 98.764 unit KBLBB.

“Tahun 2026 diharapkan naik menjadi 9.633 stasiun dengan proyeksi KBLBB mencapai 163.764 unit,” katanya.

Baca juga : Keuntungan Tambang Untuk Riset Di Kampus

Sementara, seiring meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik, PLN telah menyiapkan infrastruktur SPKLU. Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan mobil listrik saat mudik Lebaran 2025.

Direktur Ritel dan Niaga PLN Edi Srimulyanti mengatakan, tren masyarakat menggunakan mobil listrik untuk perjalanan jauh terus meningkat.

“Pada periode Natal dan Tahun Baru 2023/2024, tercatat 1.290 unit mobil listrik digunakan untuk pulang kampung. Jumlah ini naik menjadi 4.314 unit pada Lebaran 2024 atau 10,8 persen dari total mobil listrik nasional,” ungkap Edi.

Pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025, jumlah mobil listrik yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh mencapai 13.183 unit atau 19 persen dari total 68.695 mobil listrik yang beredar.

“Diproyeksikan akan ada 31.200 unit mobil listrik yang digunakan untuk mudik Lebaran 2025. Dengan bertambahnya jumlah ini, okupansi SPKLU juga akan terus meningkat,” ujar Edi.

Baca juga : Efisiensi APBN: Menuju Budaya Fiskal Yang Berkualitas

PLN bersama mitra telah me­ningkatkan jumlah SPKLU menjadi 3.385 unit di 2.306 lokasi. Untuk jalur mudik Sumatera-Jawa, jumlahnya meningkat empat kali lipat menjadi 1.000 unit di 645 lokasi.

Selain itu, PLN juga menyiap­kan sejumlah fasilitas pendukung, seperti petugas siaga di setiap titik SPKLU dan 12 unit SPKLU Mobile.

“Nanti titik-titik (SPKLU Mobile) akan kami atur, sehingga memudahkan kalau ada antrean dan sebagainya,” kata Edi.

PLN juga terus berinovasi dalam menyediakan berbagai jenis infrastruktur charger kendaraan listrik sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.