Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Duduk Lesehan Bareng Pengemudi Ojol
Menaker Dengarkan Tuntutan Soal THR
Selasa, 18 Februari 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli didampingi Wakil Menaker Immanuel Ebenezer menerima perwakilan driver ojek online (ojol) dan kurir yang menggelar aksi di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Senin (17/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Yassierli dan Noel-sapaan Immanuel Ebenezer, duduk lesehan di lantai gedung bersama massa. Mereka mendengarkan satu per satu aspirasi para ojol, terutama tuntutan terkait Tunjangan Hari Raya (THR).
Yassierli menegaskan, Pemerintah berkomitmen memastikan setiap pekerja mendapatkan jaminan sosial, kepastian upah dan kesejahteraan yang layak.
“THR itu budaya kita. Saya bisa membayangkan di akhir Ramadan, anak nanya kepada ayahnya, 'THR Bapak mana?', itu pasti kita rasakan,” katanya.
Baca juga : NasDem & Demokrat Kompak
Yassierli menjelaskan, isu pengemudi online telah menjadi salah satu prioritas Kemnaker sejak awal kepemimpinannya.
Berbagai kajian telah dilakukan, termasuk diskusi dengan pakar dan International Labour Organization (ILO) untuk memahami kebijakan di negara lain terkait pekerja platform digital.
Dia mengaku sudah dua kali berdiskusi dengan pengusaha mengenai tuntutan penerbitan aturan THR dari para pengemudi ojol. Diskusi itu bertujuan mencari formula yang sesuai untuk penerbitan THR ojol.
Namun, diskusi itu belum membuahkan keputusan. Pengusaha baru akan memberikan rancangan finalisasi penerbitan aturan THR itu beberapa hari ke depan.
Baca juga : Gus Ipul Dorong Kemandirian KPM
Yassierli meminta semua pihak bersabar karena saat ini sedang menyelesaikan finalisasi regulasi terkait THR bagi pengemudi online dalam beberapa hari ke depan.
Dia menegaskan, Pemerintah ingin memastikan kesejahteraan pekerja, mendapatkan perhatian dari pengusaha, serta menciptakan hubungan industrial yang saling menguntungkan.
“Saat ini mereka (pengusaha) masih mencoba mencari formula terbaik,” ungkapnya.
Dia menambahkan, konsep hubungan industrial Pancasila harus diterapkan dalam penyelesaian permasalahan ini.
Baca juga : Kader PKB Pecah Telur Jadi Gubernur Di Riau
Dalam konsep tersebut, tidak boleh ada pihak yang merasa dikecualikan. Semua pihak harus bekerja sama demi mendapatkan manfaat yang adil.
Menurutnya, momentum THR ini harus menjadi titik awal kerja sama yang lebih baik antara pengusaha platform dan pengemudi online.
“Bagaimana THR ini kita jadikan sebagai momentum untuk membangun kerja sama yang lebih baik antara pengusaha platform dan teman-teman driver,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya