Dark/Light Mode

Duduk Lesehan Bareng Pengemudi Ojol

Menaker Dengarkan Tuntutan Soal THR

Selasa, 18 Februari 2025 07:30 WIB
Duduk Lesehan Bareng Pengemudi Ojol Menaker Dengarkan Tuntutan Soal THR

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli didampingi Wakil Menaker Immanuel Ebenezer menerima perwakilan driver ojek online (ojol) dan kurir yang menggelar aksi di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Senin (17/2/2025).

Dalam pertemuan terse­but, Yassierli dan Noel-sapaan Immanuel Ebenezer, duduk lesehan di lantai gedung bersama massa. Mereka mendengarkan satu per satu aspirasi para ojol, terutama tuntutan terkait Tunjangan Hari Raya (THR).

Yassierli menegaskan, Pemerintah berkomitmen memastikan setiap pekerja mendapatkan jaminan sosial, kepastian upah dan kesejahteraan yang layak.

“THR itu budaya kita. Saya bisa membayangkan di akhir Ramadan, anak nanya kepada ayahnya, 'THR Bapak mana?', itu pasti kita rasakan,” katanya.

Baca juga : NasDem & Demokrat Kompak

Yassierli menjelaskan, isu pengemudi online telah menjadi salah satu prioritas Kemnaker sejak awal kepemimpinannya.

Berbagai kajian telah dilaku­kan, termasuk diskusi dengan pakar dan International Labour Organization (ILO) untuk me­mahami kebijakan di negara lain terkait pekerja platform digital.

Dia mengaku sudah dua kali berdiskusi dengan pengusaha mengenai tuntutan penerbitan aturan THR dari para pengemudi ojol. Diskusi itu bertujuan men­cari formula yang sesuai untuk penerbitan THR ojol.

Namun, diskusi itu belum membuahkan keputusan. Pengusaha baru akan memberikan rancangan finalisasi penerbitan aturan THR itu beberapa hari ke depan.

Baca juga : Gus Ipul Dorong Kemandirian KPM

Yassierli meminta semua pi­hak bersabar karena saat ini sedang menyelesaikan finalisasi regulasi terkait THR bagi penge­mudi online dalam beberapa hari ke depan.

Dia menegaskan, Pemerintah ingin memastikan kesejahteraan pekerja, mendapatkan perhatian dari pengusaha, serta mencip­takan hubungan industrial yang saling menguntungkan.

“Saat ini mereka (pengusaha) masih mencoba mencari formula terbaik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, konsep hubungan industrial Pancasila harus diterapkan dalam penyele­saian permasalahan ini.

Baca juga : Kader PKB Pecah Telur Jadi Gubernur Di Riau

Dalam konsep tersebut, tidak boleh ada pihak yang merasa dikecualikan. Semua pihak harus bekerja sama demi mendapatkan manfaat yang adil.

Menurutnya, momentum THR ini harus menjadi titik awal kerja sama yang lebih baik antara pengusaha platform dan penge­mudi online.

“Bagaimana THR ini kita jadikan sebagai momentum untuk membangun kerja sama yang lebih baik antara pengusaha platform dan teman-teman driver,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.