Dark/Light Mode

Schneider Electric Rayakan 100 Tahun Solusi Kontrol Motor TeSys

Jumat, 21 Februari 2025 17:45 WIB
Schneider Electric Rayakan 100 Tahun Solusi Kontrol Motor TeSys

RM.id  Rakyat Merdeka - Schneider Electric™, pemimpin global dalam transformasi digital untuk pengelolaan energi dan otomasi, merayakan 100 tahun solusi kontrol motor TeSys.

Sejak diperkenalkannya kontaktor BAR pertama di industri pada tahun 1924, TeSys terus menjadi pelopor inovasi, menetapkan standar baru dalam keamanan, keandalan, dan efisiensi.

Selama satu abad terakhir, Schneider Electric terus mengembangkan solusi kontrol motor TeSys, agar selaras dengan tren terkini dalam digitalisasi, keberlanjutan, dan elektrifikasi.

Dari terobosan awalnya—seperti starter motor tertutup pertama, kontaktor modular pertama, dan starter motor three-in-one modular pertama—TeSys telah menjadi standar dalam perlindungan, pemantauan, dan kontrol motor yang canggih.

Saat ini, solusi TeSys mengelola lebih dari 40 juta sirkuit di seluruh dunia, menawarkan arsitektur plug-and-play, fungsionalitas fleksibel, serta keamanan dan keandalan terbaik di kelasnya.

Baca juga : Schneider Electric Raih Penghargaan WEPs Awards 2024 untuk Kesetaraan Gender

Di Indonesia, TeSys telah berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional di berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, energi dan kimia, serta pengolahan air.

Selama 100 tahun terakhir, TeSys telah menjadi standar global dalam kontrol motor dan manajemen daya.

"Dengan evolusi teknologi digital, kami terus menghadirkan solusi yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Sebagai pemimpin industri, Schneider Electric berkomitmen untuk terus mendorong inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan energi di masa depan," ujar Martin Setiawan, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

Martin mengatakan, industri saat ini dihadapkan pada tantangan besar terkait volatilitas energi, peningkatan emisi karbon, dan standar keberlanjutan yang semakin ketat.

"Hal ini membuat manajemen motor yang efektif semakin krusial," katanya.

Baca juga : Henkel Rayakan 50 Tahun Di Indonesia

Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh banyak perusahaan antara lain adalah biaya energi yang tinggi dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Sebagai contoh, biaya listrik menyumbang lebih dari 90 persen dari total biaya kepemilikan motor industri sepanjang masa pakainya.

Oleh karena itu, efisiensi energi kini menjadi hal yang sangat penting bagi keberlanjutan bisnis.

Dalam hal operasional, pengelola pabrik memerlukan solusi kontrol motor yang canggih untuk mendukung pemeliharaan prediktif, mengurangi waktu henti (downtime), dan meningkatkan produktivitas.

Proses elektrifikasi dan digitalisasi kontrol motor memungkinkan pengurangan jejak karbon hingga 30 persen sekaligus meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.

Baca juga : Disandera KKB 1,5 Tahun, Pilot Susi Air Philip Mehrtens Akhirnya Bebas

Dengan optimasi manajemen motor, industri dapat menekan biaya operasional hingga 30 persen serta memperoleh pengembalian investasi hingga 20 persen, sejalan dengan target efisiensi dan keberlanjutan yang semakin ketat.

"Selama 100 tahun, TeSys telah menjadi standar global dalam kontrol motor, menghadirkan solusi yang terus berkembang untuk menjawab tantangan industri modern," kata Martin.

Schneider Electric terus berinovasi dengan menghadirkan TeSys generasi terbaru yang mengintegrasikan digitalisasi dan elektrifikasi guna meningkatkan efisiensi operasional, manajemen energi, dan keselamatan guna mewujudkan keberlanjutan industri di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.