Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produk UMKM Mitra Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Perdana Ke Filipina
Senin, 24 Februari 2025 18:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Abon Jaya Mandiri’ binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) berhasil membuka pasar ekspor melalui pengiriman perdana 400 bungkus produk abon tuna ke Filipina.
Pelaksana (Plt.) Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan, hasil produksi lokal Bontang ini dikirim bersamaan dengan 22.000 produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Indonesia, yang dilepas langsung Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza. Serta, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Anggono mengungkapkan, hal ini wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan potensi sumber daya lokal, sekaligus mendukung pengembangan UMKM lokal agar naik kelas dan berorientasi ekspor.
Adapun, Abon Jaya Mandiri merupakan salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim yang telah melalui pembinaan dan pendampingan berkesinambungan, sehingga mampu menciptakan produk dengan kualitas, serta mutu yang terjamin.
"Usaha yang berfokus pada produksi abon olahan hasil laut ini, juga bagian dari Koperasi Bina Sukses Bontang (BSB), yang beranggotakan UMKM binaan Pupuk Kaltim dan sengaja dibentuk untuk menaungi pelaku usaha agar berorientasi ekspor," tutur Anggono, melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/2/2025).
Melalui Koperasi BSB, pihaknya bertahap melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas pembinaan pelaku usaha dengan berbagai pendampingan intensif.
Baca juga : Go Global, UMKM Pertamina Ekspor Perdana Madu Dan Teh Ke Filipina
Hal ini melihat UMKM yang tergabung dalam koperasi telah dinyatakan layak, berdasarkan hasil kurasi produk sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Selain itu, keberhasilan Abon Jaya Mandiri adalah bagian dari strategi jangka panjang Pupuk Kaltim dalam mendorong UMKM lokal memiliki daya saing di pasar global.
Untuk itu, pengembangan kapasitas pelaku usaha dilakukan mulai dari penguatan manajerial dan kapasitas produksi, pengemasan produk yang sesuai standar, hingga pengurusan dokumen ekspor.
Seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terarah, sehingga abon tuna yang diolah dengan cita rasa khas Indonesia ini berhasil menarik perhatian buyer Filipina.
“Kami tidak hanya ingin UMKM bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di level nasional dan internasional," ucap Anggono.
Karenanya, ekspor Abon Jaya Mandiri menjadi bukti nyata, bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM lokal bisa naik kelas dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Perluas Pasar Syariah, Sun Life Dan Bank Muamalat Perpanjang Kerja Sama
Lebih lanjut Anggono mengatakan, ekspor perdana Abon Jaya Mandiri juga berdasarkan hasil penjajakan pasar ekspor yang rutin difasilitasi Pupuk Kaltim bagi UMKM binaan.
Salah satunya, Bootcamp and Business Matching yang digelar Kemenkop UKM pada September 2024, yang mempertemukan puluhan pelaku UMKM dengan buyer potensial seperti Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, Afrika Selatan dan Filipina.
Pada kesempatan itu, Abon Jaya Mandiri dan tiga usaha binaan Pupuk Kaltim lainnya melakukan penajajakan bersama seluruh buyer.
"Akhirnya, Abon Jaya Mandiri mampu menarik minat buyer Filipina melalui ekspor perdana ini. Target kami, tahun depan harus ada lagi UMKM binaan Pupuk Kaltim yang bisa ekspor produknya," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengapresiasi, ekspor perdana Abon Jaya Mandiri yang mampu membuka peluang di pasar global.
Soesilo berharap, keberhasilan ini bisa menjadi pemacu semangat bagi UMKM lokal Bontang lainnya agar bisa mengikuti keberhasilan serupa untuk memperluas peluang di pasar ekspor.
Baca juga : UMKM Mitra Binaan Naik Kelas Bersama Toko Daging Nusantara Semarang
Ia berkomitmen, untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi dalam perluasan pasar. Sebab, langkah ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
"Ini menjadi momentum bagi Pupuk Kaltim untuk terus mendukung pengembangan UMKM lokal yang lebih berdaya saing, dengan memaksimalkan pendampingan, hingga penjajakan peluang untuk memperluas pemasaran produk binaan," ucapnya.
Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan, ekspor UMKM ini merupakan hasil aktualisasi program Capacity Building tahun 2024, melalui platform KAMPUS UKM dengan pendekatan ekosistem dan rantai pasok global. Terdiri produk makanan, fesyen, hingga kerajinan yang turut mendapat dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
"Dari seluruh ekspor produk UMKM kali ini, total nilai transaksi mencapai Rp 961 juta atau mendekati Rp1 Miliar,” ujar Helvi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya