Dark/Light Mode

Pelajaran Dari Kasus eFishery, Pentingnya Pengawasan dan Tata Kelola

Kamis, 27 Februari 2025 19:59 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus dugaan fraud yang menimpa eFishery telah membawa dampak luas bagi para karyawan, petani budidaya ikan, dan pelajaran mendalam dalam dunia akademik. Meskipun dihantam skandal, banyak pihak yang tetap melihat eFishery sebagai inovasi penting dalam transformasi industri akuakultur di Indonesia.

Terlepas dari laporan keuangan eksternal, data internal menunjukkan bahwa eFishery mencatat pertumbuhan bisnis yang impresif.

Pada 2023, perusahaan berhasil mencatat tambahan pendapatan sebesar Rp 2 triliun dengan pertumbuhan 50 persen.

Meskipun masih mengalami kerugian, tingkat profitabilitasnya meningkat hingga 42 persen, jauh lebih baik dibandingkan perusahaan teknologi lain yang saat IPO masih mencatat kerugian di atas Rp 1 triliun.

Baca juga : Pertamina Gas Raih Tiga Penghargaan di PR Indonesia Awards 2025

Secara bisnis, eFishery seharusnya masih memiliki potensi untuk bertahan dan berkembang.

Kasus ini juga berdampak langsung pada para petani ikan yang selama ini menjadi mitra eFishery.

Salah satunya Mario, petani ikan di Ciseeng, Bogor, yang merasakan manfaat fasilitas KABAYAN (Kasih Bayar Nanti).

"Fasilitas kredit ini sangat membantu kami dalam membeli pakan, karena memberikan kelonggaran pembayaran. Ini memungkinkan kami fokus pada budidaya," ujar Mario dalam keterangan tertulis, Rabu (27/2).

Baca juga : Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Minyak Mentah dan Produk Kilang

Selain itu, Mario juga menyebut program pemasaran yang diluncurkan eFishery sejak 2023 sebagai salah satu inovasi yang membantu petani.

"Kami berharap eFishery bisa bangkit dan kembali mendukung petani dengan memberikan kepastian pasar tanpa menekan harga," tambahnya.

Dari sudut pandang akademisi, eFishery dipandang sebagai inovasi yang telah merevolusi industri akuakultur di Indonesia.

Teknologi pakan otomatis dan akses pembiayaan yang ditawarkan menjadi solusi bagi permasalahan klasik di sektor perikanan.

Baca juga : Bicara Di UGM, Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data Dan Riset Ilmiah

Prof. Yudi Nurul Ihsan, Pakar Perikanan dari Universitas Padjadjaran, menilai bahwa eFishery memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani ikan.

"Keberadaan eFishery membantu efisiensi dan produksi petani. Namun, tantangan dalam manajemen keuangan harus menjadi pelajaran penting bagi startup di sektor agritech," ujarnya.

Menurut Prof. Yudi, jika dilakukan evaluasi menyeluruh dan kepercayaan petani serta investor dapat dipulihkan, eFishery masih memiliki peluang untuk kembali menjadi pemain utama di industri akuakultur.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.