Dark/Light Mode

Pelajaran Dari Kasus eFishery, Pentingnya Pengawasan dan Tata Kelola

Kamis, 27 Februari 2025 19:59 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

 Sebelumnya 
Pengamat ekonomi dan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University Ali Riza Fahlevi menilai, kasus fraud ini tidak bisa hanya dilihat sebagai kesalahan manajemen semata.

Menurutnya, skandal ini merupakan persoalan multi-pihak yang mencerminkan celah dalam pengawasan dan tata kelola investasi di sektor start-up.

Baca juga : Pertamina Gas Raih Tiga Penghargaan di PR Indonesia Awards 2025

"Skandal akuntansi seperti ini hampir mustahil hanya melibatkan manajemen. Investor tentunya melakukan due diligence sebelum menanamkan modal, apalagi dengan nilai investasi yang fantastis. Jadi, mustahil jika skandal ini hanya melibatkan manajemen tanpa keterlibatan atau setidaknya kelalaian dari pihak lain yang memiliki peran dalam tata kelola perusahaan," jelas Ali.

Menurut Ali, peran kontrol tidak hanya berada di tangan investor tetapi juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah.

Baca juga : Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Minyak Mentah dan Produk Kilang

Ia menilai perlu adanya badan atau regulasi yang mengawasi pertumbuhan start-up secara berkelanjutan.

"Pemerintah bisa ikut berperan melalui kementerian terkait, seperti Kementerian Investasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya dalam kasus eFishery. Bahkan, bisa dipertimbangkan pembentukan badan otonom yang mengawal start-up agar tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang," tambahnya.

Baca juga : Bicara Di UGM, Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data Dan Riset Ilmiah

Dengan evaluasi yang tepat dan restrukturisasi yang lebih baik, eFishery memiliki peluang untuk bangkit kembali dan terus memberikan manfaat bagi sektor perikanan Indonesia.

Jika kepercayaan investor dan petani dapat dipulihkan, bukan tidak mungkin eFishery dapat melanjutkan inovasi yang selama ini telah memberikan manfaat besar bagi sektor perikanan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.