Dark/Light Mode

Buntut Kasus Minyak Mentah

Dirut Pertamina Minta Maaf, Yang Mau Ngadu Bisa SMS Ke 0814-17081945

Senin, 3 Maret 2025 12:24 WIB
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tengah) dalam konferensi pers terkait dugaan kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan subholding Pertamina dan KKKS periode 2018-2023 di Jakarta, Senin (3/3/2025). (Foto: YouTube Pertamina)
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tengah) dalam konferensi pers terkait dugaan kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan subholding Pertamina dan KKKS periode 2018-2023 di Jakarta, Senin (3/3/2025). (Foto: YouTube Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, terkait dugaan kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan subholding Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam periode 2018-2023.

"Ini tentunya adalah peristiwa yang memukul kita semua. Menyedihkan juga bagi kami. Ini adalah salah satu ujian besar yang dihadapi oleh Pertamina,” kata Simon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Simon juga menyatakan, Pertamina sangat mengapresiasi penindakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung atas dugaan kasus tersebut.

"Kami tentunya akan terus membantu, apabila dibutuhkan data atau keterangan tambahan. Agar proses hukum ini dapat berjalan sesuai ketentuan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Simon juga menegaskan komitmen Pertamina dalam penyelenggaraan kegiatan perusahaan dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG).

Baca juga : Kasus Minyak Mentah, Kejagung Tancap Gas

Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk terus memperbaiki diri.

"Kami juga meyakini dan sangat menyadari bahwa kejadian kemarin sangat membuat resah masyarakat. Kami berkomitmen bekerja keras untuk terus menghadirkan produk dan kualitas BBM Pertamina yang tentunya sudah sesuai standar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," papar Simon.

Dia pun menjelaskan, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) telah memastikan kualitas BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah. Sebagaimana telah disampaikan Kepala Lemigas Mustafid Gunawan pada Jumat (28/2/2025).

Kesimpulan tersebut diperoleh Lemigas setelah melakukan uji terhadap 75 sampel gasoline dengan berbagai tingkatan RON. RON 90 untuk Pertalite, RON 92 untuk Pertamax, RON 95 untuk Pertamax Green dan RON 98 untuk Pertamax Turbo.

Keseluruhan sampel diambil dari Terminal BBM Pertamina Plumpang serta 33 SPBU di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan.

Baca juga : Hasto Minta Maaf Datang Telat, Ngaku Busnya 3 Kali Di-cancel

"Ini mendorong kami untuk terus melakukan pendampingan atau uji di seluruh SPBU Pertamina yang berada di seluruh wilayah nusantara," tutur Simon.

"Kami juga berterima kasih atas kepedulian seluruh rakyat Indonesia. Kami berterima kasih atas masukan-masukan yang telah kami terima, yang tentunya akan menjadi kritik dan bahan cambukan bagi Pertamina untuk bekerja lebih baik lagi di masa mendatang," imbuhnya.

Nomor Khusus

Terkait dugaan kasus ini, Pertamina telah menyiapkan nomor khusus yang dapat dihubungi oleh masyarakat yang ingin menyampaikan aduan.

"Selain Call Center 135, saya juga memberikan nomor khusus saya yaitu 0814-17081945. Saat ini, nomor tersebut baru bisa untuk menerima SMS. Nantinya, akan didaftarkan untuk aplikasi WhatsApp," ucap Simon.

"Apabila masyarakat menemukan kejanggalan atau situasi yang tidak sesuai, baik dalam hal kualitas BBM atau praktik yang kurang sesuai di lapangan, dapat langsung menghubungi nomor tersebut agar dapat kami tindak lanjuti," sambungnya.

Crisis Center

Baca juga : Pertamina Siaga 24 Jam Layani Kebutuhan Energi

Simon menambahkan, Pertamina juga telah membentuk tim Crisis Center untuk mengevaluasi keseluruhan proses bisnis. Terutama, dari aspek operasional.

"Kami akan terus berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola Pertamina, supaya bisa menjadi jauh lebih baik. Serta memastikan Pertamina tetap menjadi kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia," tegas Simon.

"Sekali lagi, mewakili keluarga besar Pertamina, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami akan membenahi diri, kami akan memperbaiki diri," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.