Dark/Light Mode

Mudik Gratis Gerakkan Perekonomian Daerah

Minggu, 9 Maret 2025 07:05 WIB
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indo­nesia (MTI) Pusat Djoko Setijo­warno. (Foto: Instagram/djoko_setijowarno)
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indo­nesia (MTI) Pusat Djoko Setijo­warno. (Foto: Instagram/djoko_setijowarno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Pemerintah tetap menggelar Program Mudik Gratis meski tengah melakukan efisiensi anggaran, merupakan langkah tepat. Sebab, penyelenggara mudik gratis meminimalisir risiko kecelakaan dan terbukti menggerakkan perekonomian daerah.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indo­nesia (MTI) Pusat Djoko Setijo­warno mengatakan, masyarakat kerap melakukan mudik ke kam­pung halaman saat Lebaran, baik menggunakan kendaraan priba­di, maupun transportasi umum. Karena itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setiap tahun kerap menyelenggarakan kegiatan mudik gratis agar bisa memo­bilisasi pergerakan masyarakat dengan mengedepankan faktor keselamatan.

Selain itu, papar Djoko, kegiatan mudik memberi dampak positif untuk menggerakan eko­nomi di daerah, termasuk jalur-jalur yang dilalui masyarakat.

“Misalnya terjadi peningkatan transaksi di pedagang, destinasi wisata, serta hotel,” ujar Djoko, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Djoko menuturkan, tahun ini Pemerintah melalui BUMN kembali mengadakan program mudik gratis, dengan bus, kereta api, kapal laut dan memberikan diskon tiket pesawat.

Baca juga : DKI Didorong Cegah Aksi Spekulasi Harga Pangan

Djoko yakin, masyarakat tetap antusias mudik atau berlibur ke destinasi wisata meski memper­timbangkan anggaran di tengah kondisi saat ini.

“Mereka tetap mudik walau dengan anggaran yang minima­lis. Makanya, kelas bawah biasanya mudik dengan kendaraan yang hemat juga, seperti motor. Ini sangat berisiko,” ucapnya.

Untuk meminimalisir risiko, Djoko mendorong penambahan layanan angkutan umum, seperti kereta api, bus-bus di daerah dan kapal laut.

“Kalau harga tiket pesawat dinilai masih mahal, alternatifnya pilih kapal laut. Apalagi, kalau tujuannya ke luar Pulau Jawa. Ini tinggi juga peminatnya. Makanya, harus ditambah ar­madanya, rutenya. Jangan fokus di Jawa saja,” serunya.

Terpisah, PT Pelayaran Nasio­nal Indonesia (Persero) atau Pelni siap mengoperasikan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis guna melayani ratusan ribu penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini.

Baca juga : Manchester United Vs Arsenal, The Gunners Makin Pede

Direktur Utama Pelni Tri Andayani mengatakan, total kapasitas angkut untuk 25 kapal penumpang sebanyak 48.323 seat dan 11.889 seat untuk 30 kapal perintis.

“Gabungan kapasitas kapal penumpang dan perintis menca­pai 60.212 seat dan ada 781.723 tiket yang disiapkan selama ang­kutan Lebaran,” ujar Tri melalui siaran pers, Sabtu (8/3/2025).

Ia memprediksi, puncak arus mudik kapal Pelni akan terjadi pada Rabu (26/3/2025). Sementara puncak arus balik, diproyeksikan terjadi pada Senin (7/4/2025).

Adapun untuk pelabuhan deng­an keberangkatan terpadat, dipre­diksi akan terjadi di Makassar dan Balikpapan, dengan estimasi penumpang mencapai 35-47 ribu orang.

Pelabuhan keberangkatan terpadat juga akan terjadi di Ambon, Bau-Bau dan Batam.

Baca juga : Bawa Nuggets Menang Lawan Suns, Jokic Semakin “Menggila”

“Lalu, lima pelabuhan ke­datangan terpadat diperkirakan terjadi di Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ambon dan Balikpa­pan,” jelasnya.

Selain itu, total penumpang kapal pada Lebaran tahun ini mencapai 644 ribu orang atau naik 0,4 persen dari realisasi periode Lebaran 2024 yang mencapai 620 ribu orang.

Di kesempatan yang sama, Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy menyampaikan, tahun lalu, pihaknya mengoperasikan satu kapal untuk angkutan motor gra­tis dengan rute Tanjung Priok-Semarang sebanyak tiga trip.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.