Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prediksi OJK
Jelang Lebaran, Warga Rame-rame Utang Pinjol
Minggu, 9 Maret 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
Proporsi sport, hobby, dan entertainment cenderung menurun atau mengalami normalisasi sejak akhir 2024 atau sekitar tiga bulan lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa tren pengeluaran yang semakin beralih ke kebutuhan yang lebih primer.
Fenomena lain, SMI mencatat bahwa tingkat tabungan kelompok menengah juga melandai dan merupakan yang terendah sejak Maret 2024. Dengan semakin terdepresiasinya indeks tabungan kelompok bawah, artinya semakin banyak masyarakat yang melakukan makan tabungan (‘mantab’) untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Apabila hal ini terus dibiarkan, maka tabungan masyarakat akan terus tergerus dan dapat berujung pada peningkatan pinjaman online (pinjol) serta semakin sulitnya kondisi masyarakat bawah untuk dapat bertahan hidup.
Baca juga : Gerindra Lebih Cocok Dengan Aturan Lama
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, secara siklus, jelang Lebaran akan terjadi peningkatan permintaan untuk pembiayaan pinjol. Biasanya, pembiayaan tersebut digunakan untuk keperluan mudik dan berwisata. Alhasil, masyarakat yang tidak memiliki cukup uang akan mencari pembiayaan atau utang.
“Dulu mungkin bisa berutang ke tetangga atau keluarga. Sekarang beralih kepada pembiayaan melalui teknologi, salah satunya pinjaman daring,” ulas Nailul saat dihubungi, Sabtu (8/3/2025) malam.
Ketika permintaan meningkat secara signifikan, maka potensi kredit macet juga meningkat. Begitu juga 2 atau 3 bulan pasca Lebaran, tapi kemudian kembali turun di pertengahan tahun.
Baca juga : Usul, Sistem Pemilihan Campuran Dalam Pileg
Sebab itu, Nailul berpesan agar masyarakat tidak konsumtif. “Maka penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan betul pembiayaan atau utang ini. Tidak boleh berlebihan dalam konsumsi ketika Lebaran,” ujarnya.
Pemerintah Ajak Warga Manfaatkan Koperasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan peran Koperasi Desa Merah Putih untuk masyarakat. Kata Tito, koperasi tersebut bisa menjadi solusi bagi petani dan masyarakat yang kesulitan ekonomi. Sehingga, masyarakat bisa terhindar dari jeratan pinjaman online.
Baca juga : Heboh, Petani Ngaku Terima Rp 16 Juta Untuk Pilih Paslon
Menurut Tito, masyarakat akan kesulitan mendapat pertanggungjawaban dari platform pinjol dan semacamnya. “Rentenir, pinjol dan tengkulak itu kan perorangan yang secara hukum akan sulit diminta pertanggungjawaban,” kata Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025). [MEN/UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya