Dark/Light Mode

Terima Pengurus BMWMCI

Bamsoet Dorong Komunitas Motor Besar Kembangkan Budaya Tertib Berkendara di Jalan

Jumat, 21 Februari 2025 20:47 WIB
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, komunitas motor besar perlu mengembangkan budaya tertib dan bertanggung jawab di jalan raya untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti kampanye keselamatan berkendara, kegiatan sosial, edukasi teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, komunitas motor besar dapat memberikan dampak positif bagi anggotanya dan masyarakat luas.

Bamsoet menerangkan, dengan membangun citra positif, meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara, dan menciptakan budaya berkendara yang beretika, komunitas motor besar tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar kendaraan. "Tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Bamsoet, usai menerima pengurus BMW Motorrad Community Indonesia (BMWMCI), di Jakarta, Jumat (21/2/2025).

Baca juga : Bamsoet Dorong Komunitas Otomotif Perbanyak Kegiatan Sosial Saat Ramadan

Pengurus BMWMCI yang hadir antara lain Komisaris Dean Martin, President Justin Koswara, Vice President Andri Adam, Sekjen Muhammad Rayhan Irsyad Akbar, serta Community Manager ⁠Ricky Boen.

Bamsoet menjelaskan, komunitas motor besar yang tertib dan bertanggung jawab turut berkontribusi pada keselamatan seluruh pengguna jalan. Menurut data Korlantas Polri pada 2024, terdapat lebih dari 152.000 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan 76 persen di antaranya melibatkan sepeda motor. Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan berkendara masih perlu ditingkatkan.

Baca juga : Terima Anggota Persatuan Artis Film, Bamsoet Dorong Kepengurusan PARFI Bersatu

Menurut Bamsoet, komunitas motor besar dapat memainkan peran penting dalam mengedukasi anggotanya dan masyarakat umum tentang pentingnya keselamatan berkendara. "Misalnya, komunitas motor besar dapat secara rutin mengadakan safety riding training yang meliputi teknik pengereman yang benar, posisi berkendara yang aman serta cara menghadapi situasi darurat di jalan raya," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, komunitas motor besar dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Semisal, komunitas motor besar bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri untuk mengadakan program "Smart Rider". Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan berkendara dan kesadaran akan peraturan lalu lintas di kalangan pengendara muda.

Baca juga : Bertemu Dudung, Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Komunitas motor besar juga dapat menciptakan budaya berkendara yang beretika, dengan setiap anggota saling menghargai dan menjaga ketertiban di jalan raya. Tidak melanggar batas kecepatan, tidak menerobos lampu merah, ataupun tidak berkendara secara ugal-ugalan.

"Data Korlantas Polri menyebutkan bahwa pada tahun 2023, terdapat lebih dari 1,2 juta kasus pelanggaran lalu lintas yang tercatat, dengan mayoritas pelanggar adalah pengendara sepeda motor," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.