Dark/Light Mode

Arus Balik Liburan Lebaran Relatif Lancar

Strategi Jitu Pemerintah & BUMN Terbukti Ampuh

Senin, 7 April 2025 07:05 WIB
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. (Foto: Instagram/djoko_setijowarno)
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. (Foto: Instagram/djoko_setijowarno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arus balik Lebaran relatif lancar. Hal ini buah hasil dari gerak cepat (gercep) Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan strategi untuk mendukung kelancaran lalu lintas.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.

Contohnya, sebut Djoko, di lintas penyeberangan Bakauheni-Merak, Pemerintah, BUMN serta pihak terkait lainnya melakukan pengaturan pembagian jenis kendaraan di tiga pelabuhan. Se­hingga proses penyeberangan pemudik, berjalan lancar.

“Alhasil, arus balik dari Bakauheni ke Merak relatif lancar. Ini memang menjadi salah satu titik krusial yang perlu menjadi perhatian karena jumlah kenda­raan dan orang yang mudik melalui lintas ini cukup banyak,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Daerah Diminta Siapkan Subsidi Pangan Via APBD

Selain itu, lanjut Djoko, ada penerapan sistem pelambatan atau penundaan (delaying sys­tem) oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengu­rangi kepadatan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Ia menjelaskan, sistem ini memanfaatkan area penyanga (buffer zone) untuk delaying system, screening ticket dan rest area, serta penjualan tiket Ferizy (contingency).

Dengan begitu, sekitar total 1.910 kendaraan kecil yang dapat ditampung, baik di rest area Jalan Tol Trans Sumatera maupun di jalan arteri.

Begitu juga soal pembatasan beroperasi angkutan barang pada periode Angkutan Lebaran masih berlaku berdasarkan Su­rat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Per­hubungan Laut, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Bina Marga, tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2025/1446 Hijriah.

Baca juga : Lulusan SD Kini Bisa Jadi Pasukan Oranye

Djoko menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan perjalanan yang lebih lancar bagi semua pengguna jalan.

Kebijakan ini juga untuk men­jamin keselamatan, keamanan, ketertiban, serta mengoptimal­kan lalu lintas angkutan jalan. Dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan Lebaran 2025.

Terpisah, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, arus balik masyarakat dari Pulau Su­matera ke Pulau Jawa terus mengalami peningkatan sejak H+3 dan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4/2025) malam atau H+4.

Hingga Sabtu, pukul 16.30 WIB, tercatat lebih dari 30 ribu orang telah melakukan reservasi untuk kembali ke Pulau Jawa.

Baca juga : Misi Raih Tiket Perempat Final

“Jumlah ini akan terus me­ningkat hingga malam hari,” kata Heru dalam keterangan resminya, Minggu (6/4/2025).

Heru mengaku, kondisi terse­but menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada akses ma­suk pelabuhan, karena volume kendaraan datang dalam jumlah besar secara waktu bersamaan.

Namun, pengaturan lalu lintas dan operasional dermaga berja­lan tertib dan terkendali, dengan waktu tunggu rata-rata 2 hingga 3 jam sebelum kendaraan naik ke kapal secara bergantian.

“Kami terus memastikan layanan arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lam­pung, hingga H+5 berlangsung aman, terkendali dan berjalan lancar, meskipun terjadi lon­jakan volume kendaraan yang datang secara bersamaan menuju pelabuhan,” janjinya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.