Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Arus Balik Liburan Lebaran Relatif Lancar
Strategi Jitu Pemerintah & BUMN Terbukti Ampuh
Senin, 7 April 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Arus balik Lebaran relatif lancar. Hal ini buah hasil dari gerak cepat (gercep) Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan strategi untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.
Contohnya, sebut Djoko, di lintas penyeberangan Bakauheni-Merak, Pemerintah, BUMN serta pihak terkait lainnya melakukan pengaturan pembagian jenis kendaraan di tiga pelabuhan. Sehingga proses penyeberangan pemudik, berjalan lancar.
“Alhasil, arus balik dari Bakauheni ke Merak relatif lancar. Ini memang menjadi salah satu titik krusial yang perlu menjadi perhatian karena jumlah kendaraan dan orang yang mudik melalui lintas ini cukup banyak,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Daerah Diminta Siapkan Subsidi Pangan Via APBD
Selain itu, lanjut Djoko, ada penerapan sistem pelambatan atau penundaan (delaying system) oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.
Ia menjelaskan, sistem ini memanfaatkan area penyanga (buffer zone) untuk delaying system, screening ticket dan rest area, serta penjualan tiket Ferizy (contingency).
Dengan begitu, sekitar total 1.910 kendaraan kecil yang dapat ditampung, baik di rest area Jalan Tol Trans Sumatera maupun di jalan arteri.
Begitu juga soal pembatasan beroperasi angkutan barang pada periode Angkutan Lebaran masih berlaku berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Bina Marga, tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2025/1446 Hijriah.
Baca juga : Lulusan SD Kini Bisa Jadi Pasukan Oranye
Djoko menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan perjalanan yang lebih lancar bagi semua pengguna jalan.
Kebijakan ini juga untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, serta mengoptimalkan lalu lintas angkutan jalan. Dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan Lebaran 2025.
Terpisah, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, arus balik masyarakat dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa terus mengalami peningkatan sejak H+3 dan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4/2025) malam atau H+4.
Hingga Sabtu, pukul 16.30 WIB, tercatat lebih dari 30 ribu orang telah melakukan reservasi untuk kembali ke Pulau Jawa.
Baca juga : Misi Raih Tiket Perempat Final
“Jumlah ini akan terus meningkat hingga malam hari,” kata Heru dalam keterangan resminya, Minggu (6/4/2025).
Heru mengaku, kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada akses masuk pelabuhan, karena volume kendaraan datang dalam jumlah besar secara waktu bersamaan.
Namun, pengaturan lalu lintas dan operasional dermaga berjalan tertib dan terkendali, dengan waktu tunggu rata-rata 2 hingga 3 jam sebelum kendaraan naik ke kapal secara bergantian.
“Kami terus memastikan layanan arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, hingga H+5 berlangsung aman, terkendali dan berjalan lancar, meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan yang datang secara bersamaan menuju pelabuhan,” janjinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya