Dark/Light Mode

Situasi Global Bergolak

Prabowo: Penting, Berdiri Di Atas Kaki Sendiri

Rabu, 9 April 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi (dari kiri) Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menghadiri acara “Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI” di Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto didampingi (dari kiri) Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menghadiri acara “Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI” di Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Prabowo menjamin pemerintahannya akan mengelola sumber daya alam (SDA) semaksimal mungkin untuk kepenti ngan rakyat. “Kita tidak mau menjual kekayaan alam dengan murah, kita tidak mau menjual tanah kita kepada bangsa asing dengan murah, kita tidak mau adanya pertumbuhan tapi Indonesia bubar, semua tujuannya persatuan Indonesia, kemanusiaan,” ungkap Prabowo.

Pada acara ini, Prabowo juga menyinggung soal impor dan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Prabowo meminta aturan kuota impor untuk berbagai produk yang menyangkut hajat hidup orang banyak dihapus.

“Nggak usah ada kuota. Siapa mau impor daging, silakan. Siapa saja boleh impor. Mau impor apa? Silakan buka aja. Rakyat kita juga pandai kok. Jangan bikin kuota hanya untuk perusahaan ABC saja yang boleh impor,” ujar Prabowo.

Baca juga : Prabowo Banjir Pujian

Menurut Prabowo, kebijakan ini untuk memberikan angin segar kepada dunia usaha. Kata dia, pengusaha memiliki peran besar di Indonesia. Khususnya dalam rangka membuka lapangan kerja. “Oke dia boleh cari untung nggak ada masalah, tapi kita minta pengusaha bayar pajak yang benar,” tegas Prabowo.

Prabowo juga meminta para menterinya membuat aturan TKDN yang lebih fleksibel dan realistis. Jangan sampai, memaksakan TKDN malah membuat Indonesia kalah saing. “TKDN fleksibel saja lah, mungkin diganti dengan insentif,” pinta mantan Menteri Pertahanan itu.

Acara dilanjutkan dengan paparan para menterinya. Paparan pertama disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia mengaku kebijakan tarif impor Trump mengakibatkan sejumlah komoditas strategis Tanah Air tertekan. Sebagai mitra strategis, Indonesia memilih jalur negosiasi dengan AS.

Baca juga : Pak Prabowo, Isi Dong Kursi Dubes RI Untuk AS

Airlangga mengatakan, telah bersurat ke Trump. Surat dikirim oleh Kedutaan Indonesia di AS, dan diterima United States Trade Representative (USTR), Selasa (8/4/2025). Kata dia, pihak Negeri Paman Sam pun menyatakan ingin melakukan pembicaraan lanjutan dengan Indonesia.

“Duta Besar Amerika meminta waktu untuk pembicaraan lanjutan. Jadi mereka sudah terima surat yang diajukan, baik itu ke USTR maupun ke Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS),” urai Airlangga.

Ada sejumlah poin negosiasi yang akan dibawa Airlangga. Pertama, rencana relaksasi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor produk informasi, komunikasi, dan teknologi (ICT) dari AS. Kedua, evaluasi kebijakan larangan terbatas (lartas), termasuk kebijakan percepatan sertifikasi halal. Ketiga, memenuhi keinginan AS untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.

Baca juga : PSU Pilbup Barito Utara Kembali Berujung Di MK

Acara dilanjutkan dengan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua LPS Yudhi Sadewa, hingga Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Acara dilanjutkan diskusi mendengarkan keluhan dari para pengusaha. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.