Dark/Light Mode

Keren, Bandara Soetta Sediakan Digitalisasi Layanan Bus

Kamis, 24 Januari 2019 08:18 WIB
Papan informasi jadwal keberangkatan bus atau Passenger Information Display System (PIDS) di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Istimewa)
Papan informasi jadwal keberangkatan bus atau Passenger Information Display System (PIDS) di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) terus melakukan transformasi digital, untuk menghadirkan Millenial Travel Experience di seluruh bandara. Antara lain, dengan mengimplementasikan digitalisasi layanan bus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Digitalisasi layanan ini membuat proses keberangkatan penumpang bus, menjadi seperti keberangkatan penumpang kereta di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Layanan terbaru ini sudah tersedia di shelter bus Terminal 2. Dalam waktu dekat, juga akan segera diimplementasikan di Terminal 1 dan Terminal 3.

Penumpang pesawat yang hendak melanjutkan perjalanan naik bus, tampak sedang memilih tiket bus sesuai tujuan di vending machine yang ada di shelter bus Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Humas AP II)

Melalui digitalisasi ini, setiap penumpang pesawat yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan ingin melanjutkan perjalanan darat ke tujuan akhir, bisa langsung memilih tiket bus sesuai tujuan di vending machine. Setelah itu, penumpang membayar tiket di masing-masing konter operator bus, sebelum naik bus melalui autogate.

Berita Terkait : Dubes Armenia Gandeng Antara Promosikan Kampung Halaman

Di shelter bus, kini juga terdapat Passenger Information Display System (PIDS), yang mencantumkan jadwal keberangkatan bus setiap rute secara lengkap. “Digitalisasi layanan bus ini memudahkan penumpang mencapai tujuan akhir di Jabodetabek. Selain itu, mereka juga mendapat kepastian jadwal keberangkatan bus,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Tak hanya memudahkan penumpang, digitalisasi layanan juga membuat operasional bus semakin terdata dan terpantau. Sehingga, meningkatkan efisiensi operator bus. Setiap bus yang akan keluar dari pengendapan dan masuk ke shelter di terminal, diharuskan melakukan update perjalanan dengan kartu RFID.

“Selain memudahkan penumpang dan membuat operator bus semakin efisien, digitalisasi layanan bus ini juga memberikan data tingkat demand terhadap angkutan bus di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Awaluddin.

Berita Terkait : Hentikan Eksploitasi Kawasan Danau Toba

Saat ini, terdapat 7 operator bus yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hattam Yaitu Damri, Sinar Jaya, Primajasa, Hiba Utama, AGRA Mas, PPD, dan Big Bird. Ketujuh operator bus itu mengoperasikan total 412 unit bus dengan berbagai rute ke sejumlah lokasi di Jabodetabek, dengan pergerakan pelanggan sekitar 96 ribu per hari. Atau sekitar 35 juta pelanggan per tahunnya dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Nantinya, digitalisasi pelayanan bus ini akan diintegrasikan ke mobile application platform Indonesia Airports App.

Program Transformasi Digital ini merupakan bagian dari Transformasi Infrastruktur dan Sistem Operasi, yang merupakan salah satu dari tiga program transformasi korporasi. Sesuai tema korporasi tahun ini yaitu "Go Global", AP II memang terus mendorong segmen milenial melalui Millenial Travel Experience. [HES]