Dark/Light Mode

Aset Danantara Bisa Tembus 1 Triliun Dolar AS, Prabowo: Kelola Dengan Baik

Senin, 28 April 2025 20:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri). (Foto: Umam/RM)
Presiden Prabowo Subianto (kiri). (Foto: Umam/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memprediksi, aset (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memprediksi, aset Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan terus tumbuh besar. Untuk itu, dia meminta para direksi Danantara untuk mengelolanya dengan baik.

"Mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dolar AS. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita,” ucap Presiden Prabowo, usai berpidato di Tonwhall Meeting Danantara bersama BUMN, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (28/4/2025).

Baca juga : Prabowo dan Relasinya dengan Umat Islam

Kata Prabowo, Danantara adalah representasi kekayaan Indonesia. Keberhasilannya dapat meningkatkan perekonomian bangsa. 

“Itu pendekatan saya seperti itu. Saya minta, atas nama bangsa dan rakyat, semua direksi berbuat yang terbaik," ujar Kepala Negara.

Baca juga : Transaksi Judol Tembus Rp1.200 Triliun, Sukamta: Bisa Ganggu Ekonomi Nasional

Prabowo mengingatkan kepada jajaran pengurus Danantara untuk bekerja secara all out dan transparan. Apabila tidak bisa kerja, Prabowo meminta manajemen untuk segera mengevaluasinya. 

"Tinggalkan praktik-praktik zaman dulu. Mungkin yang kurang efisien atau ada praktik-praktik yang nggak benar, harus ditinggalkan. Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi. Dievaluasi kinerjanya dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya," tegas Prabowo. 

Baca juga : Pererat Hubungan, Menteri Dody Gelar Halalbihalal Dengan Awak Media

Dia juga menegaskan, rekrutmen di Danantara harus berdasarkan kemampuan dan profesionalisme. Bukan atas dasar suku, agama, ras, latar belakang politik, atau faktor-faktor non-profesional lainnya

"Kalau dia tidak berprestasi, kalau dia males-malesan, kalau dia melakukan praktik-praktik yang nggak benar, menyalahgunakan wewenang, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti. Yang baik dari bawah, dari dalam kalau bisa dipromosikan. Kalau tidak, cari ahli yang baik. Tapi tidak boleh yang tidak profesional," tekannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.