Dark/Light Mode

Menperin Respons Keluhan Investor Korsel, Janji Permudah Investasi

Selasa, 29 April 2025 16:59 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi keluhan investor asal Korea Selatan terkait regulasi pemerintah Indonesia yang dinilai rumit dan menghambat proses perizinan investasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kelancaran investasi asing di Tanah Air, termasuk yang berasal dari Korea.

“Kami harus memastikan bahwa investasi yang dibawa ke Indonesia bisa berjalan dengan baik. Karena investasi itu pada dasarnya adalah kerja sama yang saling menguntungkan, Indonesia harus menang, begitu juga dengan investor,” kata Menperin Agus usai bertemu dengan delegasi Federation of Korean Industries (FKI) di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu disampaikan oleh pihak Korea, salah satunya terkait hambatan impor yang dihadapi oleh KCC Glass, perusahaan manufaktur kaca asal Negeri Ginseng yang kini tengah merencanakan pembangunan pabrik kedua di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Baca juga : Terima Federasi Industri Korea, Prabowo Ditemani Gibran

Agus menyebut pihaknya siap membantu menyelesaikan hambatan tersebut selama masih berada dalam daftar master list impor. Namun, ia mengakui belum mendapat rincian lebih lanjut dari perusahaan terkait kendala yang dihadapi.

“Tadi belum disampaikan secara rinci, tapi kami siap bantu,” ujarnya.

CEO KCC Glass, Kim Nae-Hoan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa perusahaan berencana melanjutkan investasi tahap kedua yang akan difokuskan pada produksi kaca otomotif dan kaca untuk gedung tinggi. Ia juga meminta dukungan pemerintah terkait proses perizinan, serta bantuan untuk mendapatkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dinilai penting bagi efisiensi produksi.

Baca juga : Wamenpan RB Harap Lapor Kalsel Permudah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

“Kami memohon perhatian khusus agar diberikan HGBT, karena gas adalah bahan baku penting dalam produksi kaca,” kata Kim.

Agus memastikan, pemerintah akan menindaklanjuti berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha Korea dalam berinvestasi, terutama yang berkaitan dengan proses perizinan dan dukungan bahan baku. Ia juga menyambut baik rencana sejumlah perusahaan Korea yang berniat melakukan ekspansi usaha di Indonesia.

“Ada perusahaan yang menyatakan ingin membangun pabrik baru, ini menunjukkan bahwa mereka melihat Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan,” kata Agus.

Baca juga : Menperin Kerek Kerja Sama Industri Petrokimia Dan Hilirisasi

Dengan situasi ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif dan mampu menarik lebih banyak investor asing. “Pertemuan hari ini sangat positif karena kami bisa mengetahui secara langsung kendala yang mereka alami, dan ini akan menjadi masukan penting bagi kami untuk memperbaiki kebijakan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.