Dark/Light Mode

Dorong Petani Swadaya

Asian Agri, Apical & Kao Gelar Program SMILE Di Rantauprapat Sumut

Selasa, 6 Mei 2025 10:18 WIB
Asian Agri,Apical dan Kao menggelar pemantauan dan evaluasi praktik pertanian petani swadaya, inspeksi langsung di lapangan, serta sesi pertukaran ide. (Foto: Dok. Apica
Asian Agri,Apical dan Kao menggelar pemantauan dan evaluasi praktik pertanian petani swadaya, inspeksi langsung di lapangan, serta sesi pertukaran ide. (Foto: Dok. Apica

RM.id  Rakyat Merdeka - Asian Agri, Apical, dan Kao menegaskan kembali komitmen terhadap program SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment) yang telah berjalan sejak 2020. 

Kunjungan lapangan dilakukan pada 21–22 April 2025 lalu di Rantauprapat, Sumatera Utara ini mencakup pemantauan dan evaluasi praktik pertanian petani swadaya, inspeksi langsung di lapangan, serta sesi pertukaran ide. 

Temuan dari kunjungan ini akan menjadi dasar untuk memperkuat dukungan program di masa mendatang. 

Para eksekutif dan perwakilan dari ketiga perusahaan memulai kunjungan di pabrik kelapa sawit Aek Nabara, yang dikelola oleh PT Supra Matra Abadi, salah satu unit usaha Asian Agri. Pabrik ini berperan penting dalam program SMILE, dengan memproses tandan buah segar (TBS) sekaligus menjembatani petani swadaya peserta program dengan perusahaan Kao dalam rantai pasokan. 

“Di Kao, kami percaya pada filosofi Genba yaitu, turun langsung ke lapangan untuk memahami situasi sepenuhnya. Sangat penting bagi kami untuk melihat secara langsung bagaimana minyak kelapa sawit diproduksi," ujar Vice President Procurement Kao Corporation, Kenji Terasawa dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Kenji menambahkan, sebagai bahan baku utama dalam bisnis kami, minyak kelapa sawit memiliki nilai sstrategis. Perusahaan melihat Asian Agri dan Apical sebagai mitra utama. 

"Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujar Kenji.

Baca juga : Dukung Pengembangan Potensi Desa, BRI Kembali Gelar Program Desa BRILian 2025

Hal ini menurutnya, sebagai bagian dari kunjungan, tim meninjau upaya ketertelusuran (traceability) dan praktik berkelanjutan di fasilitas produksi. 

Sementara itu, Head of Sustainability Apical Group, Tor Mooi mengatakan kunjungan ini merupakan kesempatan penting untuk mengevaluasi program SMILE dan menentukan fase lanjutan. 

“Saat kami merancang fase lanjutan dari program SMILE, fokus kami adalah memperluas dampak yang sudah tercapai,” ujarnya.

Ia menambahkan, Itu berarti memperkuat hubungan antara pabrik dan petani kecil, memberikan dukungan berkelanjutan, dan memastikan rantai pasok tetap inklusif dan bertanggung jawab dari hulu hingga konsumen akhir.

Di hari kedua, ketiga perusahaan meresmikan kantor baru koperasi desa di Kabupaten Labuhanbatu. Kantor ini dibangun dengan dana yang berasal dari pembayaran premi penjualan TBS melalui program SMILE. 

Bangunan tersebut menjadi simbol kerja keras petani dan kekuatan kolaborasi dalam mendorong kemandirian serta keberlanjutan. 

Peresmian acara dihadiri oleh lebih dari 100 petani dan tamu undangan. Acara dimulai dengan tarian tor-tor khas Batak, yang kemudian diikuti dengan pengalungan kain ulos kepada perwakilan dari Asian Agri, Apical, dan Kao sebagai bentuk penghormatan adat Batak. 

Baca juga : Kolaborasi Kedubes Inggris Dan Berdaya Bareng Gelar Program Akses Digital Di Indonesia Timur

“Semoga kantor baru ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah buah dari kerja keras bertahun-tahun dalam program SMILE. Di sini, kami akan berkumpul, belajar, dan terus berkembang bersama sebagai koperasi,” kata Kepala Koperasi, Khairul Anam.

Para petani menyampaikan apresiasi atas program ini, yang dinilai telah secara bertahap mengubah cara mereka mengelola kebun.

Mereka mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan membantu mereka memahami pentingnya pencatatan, menerapkan praktik pertanian terbaik, dan mengikuti proses menuju standar sertifikasi. 

“SMILE bukan hanya tentang dukungan. Program ini memberikan kami kepercayaan diri bahwa kami dapat menjadi bagian dari rantai pasokan global yang berkelanjutan dan transparan,” ungkap Khairul. 

Head of Sustainability Asian Agri Ivan Novrizaldie, menyebut bahwa kolaborasi Asian Agri, Apical, dan Kao telah memberikan hasil signifikan 

“Program SMILE membuktikan bahwa dengan bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan dukungan kelembagaan, para petani bisa berkembang secara ekonomi, sosial, dan berkelanjutan. Pembentukan koperasi ini adalah bukti nyata dari progres tersebut,” ujarnya. 

Melalui NPO Caux Round Table (CRT), Kao memperkenalkan Suara Petani, sebuah mekanisme pengaduan yang menjadi saluran resmi bagi petani untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan keluhan mereka. 

Baca juga : BNI Dorong Pemerataan Ekonomi Desa Lewat Program BNI Dedikasi

Platform ini memperkuat komunikasi yang terstruktur dan dapat ditindaklanjuti, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di lapangan.

Sesi interaktif juga diadakan dengan para petani untuk mengumpulkan masukan mengenai program ini. 

Dalam sesi tersebut, para petani berbagi testimoni tentang peningkatan praktik pertanian mereka, yang berdampak pada hasil panen yang lebih baik dan ketahanan ekonomi rumah tangga yang lebih kuat. 

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat, perwakilan Kao mengunjungi SDN 03 Tebing Tinggi Pangkatan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun kepada para siswa. 

Kenji menbahkan, pihak percaya bahwa perhatian terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan adalah kunci dari kesejahteraan yang sejati.

Melalui inisiatif ini, kami ingin menekankan bahwa menjaga kebersihan tangan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga untuk melindungi keluarga dan meningkatkan rasa percaya diri,” pungkas Kenji.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.