Dark/Light Mode

JEKI Diluncurkan, Dukung Pelaku Usaha Kreatif Lokal Lewat Program Berbagi Modal

Minggu, 25 Mei 2025 15:58 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiatif baru untuk mendongkrak pertumbuhan sektor ekonomi kreatif Indonesia resmi diluncurkan melalui Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia (JEKI).

Bertempat di Hotel Des Indes, Menteng, Jakarta, peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya program JEKI Berbagi Modal, yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha kecil dan mikro (UMKM) di seluruh Indonesia.

JEKI dibentuk sebagai platform kolaboratif yang bertujuan untuk memperkuat koneksi antar pelaku industri kreatif, memperluas akses ke sumber daya, dan membuka pintu menuju pasar global.

Dengan mengusung visi sebagai “rumah bersama” bagi para kreator dan pelaku usaha lokal, JEKI ingin menjembatani kesenjangan antara potensi lokal dan kebutuhan global.

Baca juga : PNM Siap Wujudkan Keuangan Syariah Berkelanjutan Lewat Program Mekaar

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, inklusif, dan berdaya saing. JEKI menjadi ruang bersama untuk bertumbuh dan melompat ke level internasional,” ujar Wirson Selo, Konsultan Bisnis Kerakyatan sekaligus inisiator JEKI, Minggu (25/5/2025).

Program unggulan JEKI Berbagi Modal kini resmi dibuka dan diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil yang ingin mengembangkan usahanya.

Pelaku usaha cukup mengirimkan proposal usaha ke email: jeki.kreatif@gmail.com, dan informasi lengkap bisa diakses melalui akun Instagram resmi @jekikreatif.

Hingga akhir Juli 2025, JEKI akan menyeleksi 10 peserta terbaik yang berhak mendapatkan bantuan modal usaha. Para pemenang akan diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Baca juga : LPKR Targetkan 1 Juta Penerima Manfaat Program Sosial Pada 2030

JEKI tak hanya memberikan bantuan modal, tapi juga menyediakan pendampingan bisnis, pelatihan, akses teknologi, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah, swasta, dan komunitas kreatif.

Platform ini mendorong transformasi digital agar UMKM dan industri kreatif mampu bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.

“Kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung Indonesia di masa depan ekonomi yang berbasis kearifan lokal, inovasi, dan teknologi,” tambah Wirson Selo.

"Insya Allah kelak ke depannya kami sudah menyusun beberapa program yang terus bergulir sehingga memberikan akibat yang semakin besar untuk tumbuhnya ekonomi imajinatif di Indonesia," imbuhnya.

Baca juga : PLN EPI Ajak Siswa Madrasah Belajar Listrik Lewat Program Edukatif

Dalam rangkaian peluncuran, JEKI juga mengadakan diskusi bertema “Ekonomi Kreatif: dari Analog sampai Digital”.

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, seperti Fina Thorpe-Willett (pengusaha kuliner Padang di Australia), Tuhu Nugraha (pakar digital), dan Wirson Selo.

Mereka berbagi wawasan tentang pentingnya adaptasi digital bagi pelaku usaha kreatif agar tetap relevan di era industri 4.0.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.