Dark/Light Mode

Dukung Ekosistem AI Nasional, Pusat Data ke-8 DCI Indonesia JK6 Diresmikan

Selasa, 3 Juni 2025 19:19 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT DCI Indonesia Tbk (DCI / Perseroan) mengumumkan peresmian JK6, gedung pusat data DCI yang ke-8 yang berlokasi di DCI H1 Campus, Cibitung, dengan kapasitas 36 megawatt.

Melalui JK6, DCI terus membuktikan sebagai penyedia pusat data lokal dengan standar global yang dipercaya klien-klien terbesar di dunia.

Gedung pusat data yang baru ini juga memperkuat posisi DCI sebagai pemimpin pasar pusat data nasional, dengan total kapasitas terpasang sebesar 119 Megawatt terbesar di Indonesia.

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pejabat negara, yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie.

Kehadiran mereka mengukuhkan kebanggaan Pemerintah atas pencapaian pusat data kelas dunia yang 100 persen dibangun dan dioperasikan oleh anak bangsa.

Dari 280 juta masyarakat Indonesia, 220 juta di antaranya merupakan pengguna internet. Pusat data kini menjadi tulang punggung ekonomi digital mulai dari transaksi keuangan, layanan publik, komunikasi sehari-hari, hingga sistem-sistem vital yang digunakan oleh perusahaan di berbagai sektor, semuanya diproses dan disimpan di pusat data.

DCI Indonesia sendiri sudah menyediakan layanan pusat data bagi lebih dari 270 pelanggan, termasuk penyedia layanan cloud global, bank dan penyedia asuransi dalam negeri dan global, layanan konten, e-commerce dan berbagai perusahaan swasta dan BUMN lainnya.

JK6 merupakan bagian dari dukungan DCI terhadap Pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan, dengan infrastruktur digital seperti pusat data sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.

Sebab, strategi hilirisasi digital pemerintah membutuhkan pusat data. Tanpa pusat data berdaya tinggi dan berstandar global, mustahil memproses, menyimpan, dan menganalisis data dalam skala masif untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis, pemerintah, dan masyarakat, terutama di era AI yang menuntut komputasi tinggi sekaligus kedaulatan data nasional.

JK6 merupakan pusat data terbesar di Indonesia saat ini dan AI-ready untuk mendukung komputasi tinggi melalui teknologi liquid cooling.

Baca juga : Perkuat Ekosistem Halal Nasional, IDSurvey dan PT JPHI Teken PKS

JK6 dibangun dengan standar global dan terbukti kualitasnya karena sudah beroperasi untuk melayani salah satu penyedia layanan cloud global.

JK6 membawa dampak nyata bagi negeri. Dibangun dengan 3 juta manhours dan 8.000 tenaga kerja serta kontraktor yang 100 persen lokal.

Dengan ini, DCI mendorong perkembangan kompetensi SDM lokal dalam industri pusat data Indonesia, baik dari bidang teknik sipil, mekanik, listrik, dan lain-lain.

DCI membawa misi untuk membangun infrastruktur pusat data kelas dunia di dalam negeri. Dengan pengalaman operasional tanpa henti (100 persen power uptime) sejak mulai beroperasi di tahun 2013 dan kepercayaan dari berbagai perusahaan global, DCI membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan pemain global.

“Kami membuktikan bahwa anak bangsa mampu memimpin industri dengan berbagai pemain internasional," ujar Founder dan CEO PT DCI Indonesia Tbk, Toto Sugiri. 

Pusat data DCI dikembangkan dengan 100 persen keahlian lokal, namun memenuhi ekspektasi klien-klien internasional.

"Pusat data yang dibangun DCI adalah salah satu fondasi bangsa untuk membangun ekosistem digital dan AI dalam negeri yang kuat,” ujar Toto.

Sementara Menko AHY mengungkapkan, infrastruktur memang bukan satu-satunya penentu kemajuan bangsa. Tapi tanpa infrastruktur, bangsa ini tidak akan pernah bisa maju.

Pemerintah siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya transformasi digital melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta.

"Saya mengapresiasi DCI Indonesia yang sejak 2013 telah menjadi pelopor dan kini pemimpin industri data center nasional," tutur AHY. 

Baca juga : Kian Moncer, Pendapatan Garuda Indonesia Naik

Dia menambahkan, dengan hadirnya fasilitas JK6, DCI menambah 36 megawatt baru dan terus menunjukkan visi besar sebagai national, regional, bahkan global leader.

"Karena sebagaimana manusia butuh oksigen untuk bernapas, bangsa ini juga tak bisa maju tanpa fondasi data yang kuat," tegas AHY.

Sementara Menkomdigi Meutya Hafid menambahkan, peluncuran pusat data JK6 oleh DCI Indonesia bukan hanya pencapaian korporasi, tetapi juga bukti bahwa Indonesia semakin siap menjadi kekuatan digital regional.

"Di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan global terhadap layanan data center mencapai 180 gigawatt pada tahun 2030 kehadiran JK6 memperkuat posisi strategis kita dalam ekosistem digital dunia," tuturnya. 

Diingatkan Meutya, pusat data kini menjadi pelabuhan digital yang menopang transformasi sektor-sektor prioritas.

Untuk itulah strategi hilirisasi digital harus terus didorong, melalui kebijakan sandbox yang progresif, akselerasi startup nasional, kemitraan pentahelix, dan pembenahan kelembagaan.

"Dengan langkah konkret ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Melalui peluncuran JK6, DCI tidak hanya memperluas kapasitas pusat data nasional, tetapi juga menjadi standar acuan dalam membangun ekosistem digital yang berdaulat, andal, dan kompetitif secara global.

JK6 adalah simbol nyata sinergi antara kemampuan lokal dan visi global, serta komitmen berkelanjutan DCI dalam mendukung agenda hilirisasi digital dan visi Indonesia Emas 2045.

PT DCI Indonesia Tbk (DCI) merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara yang menyediakan layanan infrastruktur data center yang aman dengan menjamin SLA colocation sebesar 99,999 persen atau hanya downtime lima menit dalam setahun.

Baca juga : Semesta AI: Terobosan Lintasarta Bangun Ekosistem AI Berdaulat untuk Indonesia

Sebagai pusat data netral operator, DCI didukung oleh 75+ penyedia layanan jaringan.

Terletak di kawasan industri eksklusif, pusat data DCI berjarak 40 kilometer dari kawasan pusat bisnis Jakarta.

Platform DCI berada di berbagai lokasi, yakni Cibitung, Karawang, dan Jakarta. Dengan prosedur dan standar operasi global, dan dilengkapi dengan peralatan pusat data terbaik, DCI menyediakan ketersediaan maksimum bagi pelanggan untuk mengakses aset penting misi mereka.

Ini termasuk lembaga keuangan, penyedia layanan jaringan, pemain e-commerce, penyedia layanan cloud, dan perusahaan dari sektor lain.

DCI telah mempertahankan rekam jejak uptime 100 persen sejak pertama kali berdiri.

Kinerja ini berasal dari pengalaman tim kepemimpinan yang terbukti dalam teknologi informasi, layanan pusat data, dan manajemen infrastruktur, yang berlangsung lebih dari 25 tahun.

Kebutuhan pasar data center di Indonesia terus berkembang pesat. DCI menanggapi hal ini dengan komitmen untuk membangun data center baru yang berkelanjutan di berbagai lokasi, seperti Cibitung, Karawang, Jakarta, dengan total potensi kapasitas daya hampir mencapai 1.000 megawatt (MW).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.