Dark/Light Mode

Harita Nickel Komitmen Jalankan Hilirisasi dan Dorong Ekonomi Daerah

Kamis, 12 Juni 2025 19:52 WIB
Sejak 2013, Harita membangun fasilitas hilirisasi berbasis nikel mulai dari smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) hingga teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia. (Foto: Fazry/RM)
Sejak 2013, Harita membangun fasilitas hilirisasi berbasis nikel mulai dari smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) hingga teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia. (Foto: Fazry/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komitmen PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) dalam mengembangkan industri nikel nasional makin kuat.

Lewat proyek strategis di Pulau Obi, Halmahera Selatan, perusahaan tambang ini telah menggelontorkan investasi puluhan triliun hingga 2024.

Sejak 2013, Harita membangun fasilitas hilirisasi berbasis nikel mulai dari smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) hingga teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia.

Empat smelter sudah beroperasi, sementara satu lainnya masih tahap konstruksi. Lewat teknologi HPAL, Harita mampu memproduksi 55 ribu ton nikel dan 6.750 ton kobalt per tahun dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) – bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Fasilitas HPAL menjadi bukti kesiapan Indonesia masuk rantai pasok kendaraan listrik dunia,” ujar Corporate Communications Superintendent Harita Nickel Joseph Sinaga dalam pemaparannya, di Site Obi, Kamis (12/6/2025)

Baca juga : Rapat Di Hotel Dan Restoran Hidupkan Ekonomi Daerah

Tak main-main, fasilitas RKEF Harita bahkan sudah mampu memproduksi hingga 120 ribu ton feronikel setiap tahun.

Total tenaga kerja yang diserap perusahaan mencapai lebih dari 22 ribu orang.

Sebanyak 85 persen Warga Negara Indonesia (WNI), dan 45 persen berasal dari Maluku Utara, mencerminkan keberpihakan pada tenaga lokal.

Bina UMKM dan Rehabilitasi Lingkungan

Tak hanya urusan produksi, Harita Nickel juga tancap gas di bidang sosial dan lingkungan.

Baca juga : Tak Langgar Aturan, Gag Nikel Diklaim Jadi Penopang Ekonomi Negara

Mereka membina 2.585 kepala keluarga dalam program pertanian, menyediakan akses air bersih bagi 1.871 rumah tangga, serta membina 715 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di sektor pendidikan, perusahaan mendukung 500 pelajar dan mendirikan 14 sekolah mitra.

Pengelolaan lingkungan dilakukan lewat reklamasi bekas tambang, rehabilitasi aliran sungai, serta pembangunan nursery atau pusat pembibitan.

“Setiap hektare lahan direklamasi dengan investasi hingga Rp 250 juta. Target reklamasi tahun ini 66 hektare,” ujar Josep.

Berbagai jenis tanaman lokal ditanam ulang, seperti kayu putih, cemara laut, hingga sereh wangi yang bernilai ekonomis tinggi.

Baca juga : Pemerintah Perketat Pengawasan Lima Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Raih Puluhan Penghargaan

Berkat sederet inovasi dan kinerja berkelanjutan, Harita Nickel telah meraih 75 penghargaan dari 2017 hingga 2024.

Di antaranya Top CSR Awards, penghargaan lingkungan hidup, serta apresiasi atas kontribusi ekonomi dari berbagai lembaga nasional dan internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.