Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
James Riady: Proyek HWB Jawab Kebutuhan Hunian Layak dan Terjangkau
Selasa, 17 Juni 2025 13:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bos Lippo Group James Riady menilai, Proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) merupakan salah satu inisiatif yang menjawab kebutuhan terhadap hunian layak dan terjangkau.
Proyek ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses rumah permanen dengan fasilitas dasar.
“Dengan dua tipe hunian, satu dan dua kamar tidur, HWB didesain untuk memberikan kenyamanan dasar bagi keluarga kecil tanpa membebani secara finansial,” ungkap James Riady dalam pidatonya saat meninjau mockup rumah minimalis di perkotaan, di Lippo Mall Nusantara, Senin (16/6/2025).
Dia menjelaskan, data menunjukkan, lebih dari 12 juta keluarga di Indonesia masih hidup di hunian tidak layak.
Mereka tinggal di rumah semipermanen, rumah sewa berukuran sempit, atau bahkan gubuk darurat yang tidak memenuhi standar keamanan dan sanitasi.
Baca juga : Pemprov DKI Pastikan Kebutuhan 3.200 Korban Kebakaran Di Pengungsian Terpenuhi
Perumahan yang layak dan terjangkau memungkinkan keluarga hidup lebih stabil, sehat, dan produktif.
“Selain itu, rumah juga menjadi ruang tumbuh kembang anak, tempat belajar, dan membangun relasi keluarga,” tuturnya.
Kemudian, James melanjutkan, pembangunan perumahan seperti HWB tidak hanya bermanfaat bagi penghuni, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian lokal.
Aktivitas konstruksi menciptakan lapangan kerja bagi tukang, pekerja bangunan, dan pemasok bahan bangunan.
Selain itu, kepemilikan rumah juga memberikan rasa aman dan kepastian ekonomi bagi keluarga.
Baca juga : Wapres Dampingi Presiden Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
“Mereka tidak lagi terbebani biaya sewa, sehingga dapat mengalokasikan penghasilan untuk pendidikan, kesehatan, atau tabungan jangka panjang,” jelas James.
Dengan penyediaan hunian terencana, proyek ini turut menekan pertumbuhan kawasan kumuh yang selama ini muncul akibat ketimpangan akses terhadap perumahan.
Rumah yang dirancang dengan baik dan terhubung dengan infrastruktur dasar mendukung pembangunan kota yang lebih tertata, berkelanjutan, dan inklusif.
James juga menyebut, keterlibatan pemerintah tetap menjadi kunci utama. Dukungan kebijakan, insentif, dan subsidi yang tepat dapat mendorong partisipasi swasta dan memperluas cakupan program perumahan rakyat.
Meski standar hunian bervariasi antar negara, James menilai, sejumlah prinsip dasar tetap berlaku dalam penyediaan rumah layak dan terjangkau.
Baca juga : Terbaik LC, Dembele Dianggap Layak Jadi Pemain Terbaik Dunia
Yaitu, keamanan bangunan dan perlindungan dari cuaca ekstrem, privasi untuk setiap keluarga, akses terhadap air bersih, listrik, dan sanitasi, serta ruang memadai untuk beraktivitas harian, seperti tidur, memasak, dan belajar.
Proyek HWB, tegas James, menunjukkan bahwa hunian dengan prinsip-prinsip tersebut bisa diwujudkan secara nyata dan terjangkau.
“Rumah tidak lagi menjadi impian yang jauh, tetapi kenyataan yang dapat diraih oleh keluarga Indonesia dari berbagai latar belakang ekonomi,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya